CERPEN : SUK@ DUK@ DRIVER TRIP S@TU.

— Hari itu Sabtu pekan pajak pancur batu. Seperti biasanya, bus PO Sinabung jaya 02 trip satu Kaban jahe Medan…sarat penuh muatan.

Di Berastagi penumpang ada yang tidak bisa di naikkan lagi.Walau pun sebahagian jok tempat duduk masih ada yang kosong.
Sembilan orang penumpang tetap di Bandar baru harus di sediakan tempat duduknya.

Diatas chap bagasi penuh dengan muatan sayur mayur.

Dan hari itu, bahkan kenekku harus menyusun muatan sampai bertingkat tingkat di atas bagasi bus.

—–; Ei Anjar Anjar (hati2) saja Sembiring,, berat datas kuakap kita ei.(terlalu berat barang di atas); Kata seorang penumpang tetap dari Kaban jahe mengingatkanku,,

Ketika bus sudah memasuki turunan Tahura bukit barisan. —–; Ue….tenang saja Kam nande Karto ( ya tenang saja bu).; Jawabku antusias ramah.

— Di setiap belokan ( tikungan) aku begitu sport jantung juga mengendalikan kesetabilan bus. Terkadang mau gak mau harus curi curi jalan di setiap belokan. Untungnya karena masih waktu subuh,, jalan raya masih dalam keadaan langgeng.

Memasuki belokan penatapan Ndolu Aqua, mataku seperti melihat seorang gadis cantik menyeberang jalan. Aku kaget bukan kepalang melihat yang ada di depan. Aku menginjak rem mendadak di tanjakan itu.

Anehnya…penumpang tidak ada yang merasa terkejut. Semua tertidur termasuk kernetku juga. Ku kedipkan mataku dan kubunyikan klakson tiga kali untuk mengusir rasa ketakutanku. Sungguh saat itu mataku mencuri kejadian diluar nyalar. Sekian perdetik aku mulai sadar kembali, dan bus pun jalan kembali.
—-Di rumah makan SEMPURNA Bandar baru, semua penumpang tetap setiap hari pun sudah naik.

Bus yang sarat muatan kukemudikan dengan kepercayan yang tinggi tenang dan tidak terburu buru.

Ujian telah kulewati 70%,, yakni belokan belokan yang tajam dan turunan yang curam.
—–; Pasang musikta pir…..go seh sembahe go aman (kita sudah sampai di sembahe dan sekarang aman).; Kata salah satu penumpang.

—–; Lagu kai ban (musik apa kita stel)….dangdut tah perkolong-kolong (musik khas karo)?; Jawabku bercanda tawa. —–; Jaipongan ena ban (stel)….lah keri kari binaga kami kerina.(supaya jualan sayur kami habis terjual); Sahut nande Karto melucu.

Tepat jam 06,00 WIB, bus sudah Sampe di pajak Pancur batu.

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, aku pun turun dari kemudi. Dengan napas lega kusulut sebatang rokok Djie Sam Soe.

Satu persatu muatan diturunkan dari bus. Agak lama juga bongkarnya.

—Sampai di Simpang Pos Medan 06,50 terlambat 20 menit. Berhubung Sabtu..para penumpang sudah memaklumi.

Demikian lah sekilas cerita yg belum sempurna ini. Bujur mjjh kt kerina. (Terima kasih dan sehat kita semua)

Bravo PO Sinabung jaya.👏

Garim Prancis Kembaren & fb

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Ragam Cerita Operasional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *