MODIAR! CERAMAH BACHTIAR NASIR DIHENTIKAN PAKSA, LANGSUNG DISERET KELUAR MALANG

Alifurrahman-Masyarakat mulai bergerak dan jengah dengan ustad-ustad radikal penuh provokasi. Geram dengan ustad dengan tarif ceramah setinggi langit, tapi isinya cuma caci maki dan fitnah.

Setelah Bali menolak Somad, Senin malam kemarin, Malang menolak Bachtiar Nasir.

Upaya menghadirkan Bachtiar Nasir di Malang terbilang sangat dipaksakan. Harus kucing-kucingan dan penuh dengan trik licik. Ustad kontroversial ini ditolak oleh masyarakat Malang.

Acara yang semula akan diadakan di masjid Universitas Brawijaya, kemudian pindah ke Sengkaling. Namun tetap saja masyarakat menolak dan akhirnya panitia kembali memindahkan lokasi pertemuan di Hotel Radho Syariah.

Pihak panitia mungkin sudah sadar dan memprediksi akan ada penolakan. Ya iyalah, Bachtiar Nasir ini tak layak jadi penceramah di mana-mana. Maka selain main kucing-kucingan dengan warga setempat, panitia juga sengaja melaporkan kegiatan pada Kepolisian secara mendadak.

Surat pemberitahuan yang seharusnya sudah dikirim 3×24 jam, mereka kirimnya 3 jam sebelum acara. Tak ada ijin ke RW setempat. Tapi tetap saja, niat jahat kelompok perusak ini tercium warga setempat sehingga aksi penolakan tak dapat dihindari.

Polisi pun langsung bergegas untuk mengamankan agar tidak terjadi bentrok. Mengingat jumlah peserta kajian kurang dari 200 orang, sementara massa yang menolak jumlahnya jauh lebih banyak.

Untuk itu pihak kepolisian menyampaikan agar Bachtiar Nasir dan panitia mau menghentikan acara pengajian provokatif tersebut. Meskipun sempat ngeyel dan melakukan negosiasi agar acara bisa tetap berlangsung sesuai jadwal, namun akhirnya mereka menyerah. Karena massa atau warga sekitar yang menolak acara tersebut semakin banyak. Jika dipaksakan, bukan hanya peserta pengajian, bahkan Bachtiar Nasir pun bisa bonyok.

Tuntutan warga malang bukan hanya penghentian acara pengajian. Tapi lebih dari itu, mereka ingin Bachtiar Nasir segera meninggalkan Malang detik itu juga. Tak ada kompromi atau negosiasi lagi. Karena warga Malang tak mau menerima provokator yang berpotensi mengajarkan paham-paham radikal.

Bachtiar Nasir pun akhirnya keluar dari hotel tersebut disambuk sorakan huuu dan tangkaaap. Polisi yang mendampingi Bachtiar Nasir membawanya ke luar Malang.

Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh warga Malang. Ketegasan semacam ini penting untuk membantu meringangkan tugas kepolisian dalam membatasi pergerakan kelompok provokator radikal di Indonesia.

Karena kalau tanpa adanya penolakan dari warga, maka pihak kepolisian tak akan punya alasan untuk membubarkan. Kalaupun alasannya tak sesuai prosedur dan sebagainya, dijamin tak akan berani bergerak karena kita tahu pihak provokator kadrun ini liciknya bukan main. Bisa-bisa Polisi yang disalah-salahkan.

Peristiwa ini layak kita rayakan dan jadikan contoh. Inspirasi bagi warga di daerah lain untuk menolak provokator masuk ke wilayah mereka. Karena kalau para provokator ini dibiarkan mencuci otak warga, satu dua tahun ke depan wilayah tersebut akan menjadi tidak asyik lagi. Bioskop pun bisa didemo dengan alasan tempat maksiat. Sudah banyak contoh dan kejadiannya.

Selain itu, mungkin juga penting untuk kita ketahui bersama. Bahwa orang-orang macam Bachtiar Nasir ini pengecut sebenarnya. Sama lah seperti Rizieq yang lari terkencing-kencing ke Arab Saudi sana. Umroh ngga pulang-pulang. Jadi penolakan secara tegas dan jelas kadang penting untuk kita teriakkan. Supaya mereka tahu, bahwa kita sudah jengah. Kita tak ingin negara ini diobrak-abrik oleh provokator berlabel ustad.

Lihatlah ketika Bachtiar Nasir digiring keluar oleh Polisi. Tak ada satu kalimatpun yang keluar dari mulutnya. Mukanya datar.

Dia yang biasa berada di atas mobil komando berteriak-teriak lantang, nyatanya ciut juga nyalinya ketika berhadapan dengan massa yang menolaknya. Ketakutan dan tak punya pilihan kecuali bersedia diseret keluar Malang secara paksa.

Sekali lagi, salut dan terima kasih kepada seluruh warga Malang yang berani secara tegas menyatakan penolakan. Kalian adalah panutan dan layak dicontoh oleh masyarakat daerah lain.

Penolakan dan teriakan lantang kepada kelompok provokator dan radikal semacam Bachtiar Nasir penting untuk terus kita gelorakan. Agar telinga mereka mendengar. Agar mereka tau bahwa kita serius menolak. Dan itu harus terus kita lakukan, karena mereka ini adalah orang-orang licik penuh intrik yang tak tau malu. Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *