JURUS ABAS ALIHKAN ISU BANJIR, JAKARTA DIBILANG GENTING, DASAR CONGORNYA

Ronindo – Hm, begitulah jurus ABas untuk bisa lepas tangan dari isu banjir yang menghajar Ibu Kota yang dipimpinnya dari Balai Kata. Begitu ada isu virus Korona yang makin merebak, dia tampil jadi jubir untuk memberi pengumuman yang palsu. Lalu membuat kondisi terlihat darurat serta bentuk tim segala.

Bawaan pemimpin yang tak becus ya begitu. Membuat pengalihan begitu rupa agar orang tak lagi membicarakan banjir padahal tanggal 1 Maret kemarin masih ada wilayah Jakarta yang kebanjiran. Tapi ABas mau menutupi kenyataan itu.

ABas mau sok peduli soal penyakit virus Korona? Ini hanyalah manuver politik dari jurus congornya alias jurus bacotnya untuk lepas tangan dan cuci tangan. Cocok ya dengan merebaknya isu yang dia tebarkan maka jurus si ABas sangat mengena.

Dia memang sakit jiwa. Cari pencitraan lewat wabah penyakit seraya menenggelamkan kondisi dan korban banjir Jakarta yang keletihan dan sampai capek untuk meminta bantuan Pemprov. Tapi akal bulus licik ABas tetap jalan.

Dia mencari kesempatan ini untuk memperlihatkan seolah dirinya punya kepeduluan. Padahal kepeduliannya itun lebih didasarkan pada upaya agar tak disorot lagi soal banjir dan ketidakbecusannya dalam mengantisipasi dan membantu korban banjir,

Lihat saja pernyataanya dia yang terbaru yaitu dengan sengaja membuat masyarakat malah panik. Maka kepanikan di Jakarta itu salah satunya adalah dampak dari pernyataan si ABas.

Upaya Menkes untuk menenangkan masyarakat jadi sia-sia karena congornya ABas lebih berbisa,

“Kemudian kita menyadari ini situasi urgent atau situasi genting, karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Dasar, mulut Gubernur DKI ini memang tak bisa dikontrol. Dia berkicau bebas dari melempar isu yang sebenarnya tak bisa dipertanggungjawabkan. Sampai Menkes harus meluruskan alias mengklarifikasi pemberitaan Gubernur ABas yang demen membuat masyarakat panik tanpa dipikirkan efeknya terlebih dahulu,

Prihatin sekali dengan pemimpin Ibu Kota yang mengolah kata demi tapi dengan liciknya membuat warga makin panik. Lihat saja banyak warga yang mulai menyerbu supermarket.

Rupanya si Abas senang dengan kondisi genting ini untuk mencari kesempatan. Lagi-lagi mencari pencitraan bahwa dia sudah bertindak dan beraksi. padahal korban banjir ngak pernah diurus.

ABas memang hidupnya penuh kepalsuan. Dia lagi-lagi di minggu lalu menyatakan bahwa banjir Jakarta sudah pada surut. Surut nenekmu, ABas. Mana surut? Masih ada wilayah kebanjiran, jadi orang yang kebanjiran itu dianggapnya manekin atau boneka?

Dasar otak yang makin berkarat, pemimpin yang dipuja-puja pembelanya itu rajin melakukan penipuan berjamaah tapi tetap saja mendapat tempat di hati pemujanya yang tak peduli banjir setinggi apapun melanda Jakarta. Mereka hidup dalam fantasi surga yang diciptakannya sendiri bersama junjungannya.

Maka ABas memamnfaatkan momen itu, dia terus menarik perhatian di tengah isu terbaru langsung disambarnya untuk kepentingan pencitraan busuknya. Jelas dia tak serius memikirkan warga Jakarta, walau kebanjiran warganya dia cuek. Yang dia pikirkan hanya kelanggengan kekuasaan dan upaya menebar pesona buat menjadi salah satu capres di 2024.

Si ABas langsung menggebrak dan jadi jubir seperti bakat bawaannya. Dia langsung nyerocos soal orang yang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan. Begitulah si ABas yang nggak tahu diri dan malah makin mempererat hubungannya dengan si Fahira.

Dari memulai dengan mengambil alih tugas menteri kesehatan dengan memberi pengumuman yang tidak valid. ABas tak peduli padahal datanya tak bisa dipertanggungjawabkan. Sudah jelas akal licik ABas yang ketahuan mau menutupi isu genting banjir menjadi isu genting karena virus Korona.

Makanya memanfaatkan momen itu ABas langsung memberikan komentar yang ngasal. Kualitas pemimpin abal-abal ya begini, sok peduli soal wabah virus Korona. padahal warga Jakarta yang kebanjiran, rumah sakit yang fasilitasnya babak belur dihajar banjir dia nggak peduli.

Warga sampai jungkir balik dan bolak-balik tenggelam tapi tak dihiraukannya. Tak diurusnya sama sekali.

Itulah bahaya virus congornya yang lebih parah dari virus Korona. Karena congornya ABas ini sudah menyebarkan virus kebohongan dan pengibulan yang sangat maknyus. Selain itu makin membelah warga DKI dengan pernyataannya yang penuh kelicikan dan upaya mencuci diri seraya melempar kesalahan ke orang lain.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *