YESA SANG WARRIOR KANGKER ITU MELOMPAT BAHAGIA

Oleh: Birgaldo Sinaga

Tidak terasa mata saya berkaca2. Menjadi buliran. Jatuh. Jatuh begitu saja.

Kemarin malam. Di studio Kick Andy Show. Kedoya. Saya hadir menemani Yesaya Fermindi Hohu yang akrab dipanggil Yesa.

Yesa seorang pejuang kanker. Kankernya sudah stadium IV. Sudah menyebar ke seluruh organ tubuh. Kelenjar Getah Bening, Rahim, Tulang, Payudara, Otak. Semua kena. Sejak 2014 lalu.

Beberapa bulan lalu Yesa chat saya di inbox. Sebelumnya saya tidak mengenalnya sama sekali. Ia follower saya. Ia bilang mengagumi saya. Lalu ia cerita sedikit perjuangannya melawan penyakit kanker.

Saya berjanji menemuinya. Saya pikir Yesa tidak lama lagi umurnya. Mana tahu itu permintaan terakhirnya sebelum Tuhan memanggilnya. Saya ingin menghibur dan memberinya kekuatan.

Janji itu saya tepati. Beberapa bulan lampau, saya datang menemuinya. Di Bumi Serpong Damai saat Yesa sedang berjualan kacamata.

Saya bawa gitar. Untuk menghibur Yesa, saya ajak ia bernyanyi. Lagunya berjudul Cinta Yang Tulus dari The Rollies. Saya berusaha membuatnya bahagia. Dan kamipun bernyanyi bersama. Di pinggir jalan. Di lapaknya.

Sepulang dari sana, saya tulis kisahnya. Tentang perjuangan hebatnya m melalui masa2 sangat berat melawan kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya.

Dan yang teristimewa perjuangannya untuk hidup menghidupi kehidupan sesama teman2 senasib sepenanggungan kanker.

Tulisan itu viral. Banyak orang terinspirasi dengan Yesa. Dibaca juga oleh teman2 Kick Andy Show.

Seminggu lalu Yesa dapat chat dari tim Kick Andy. Ia diundang menjadi narasumber. Yesa diundang sebagai sosok yang sangat menginspirasi banyak orang.

Yesa memberitahu tawaran Kick Andy itu pada saya. Ia bertanya pada saya apakah menerima atau tidak.

Saya jawab harus diterima. Pesan kekuatan cinta dan perjuangan Yesa menolong banyak orang itu harus dibagikan ke banyak orang. Kick Andy salah satu program yang sangat menginspirasi. Jutaan orang penontonnya.

Yesa akhirnya setuju. Ia menerima undangan Kick Andy.

Tadinya saya tidak akan hadir di sana. Saya sedang di Batam. Tapi last minute saya berubah pikiran. Yesa harus saya temani. Ia ingin saya hadir.

“Ya Tuhan…terimakasih..terimakasih. Bang Andi..doa saya terkabul. Ada seseorang yang meminta kaki palsu pada saya. Nilainya sekitar 15 juta. Akhirnya bisa saya belikan”, ucap Yesa terbata2 sambil melompat kegirangan saking gembiranya.

Saya dan ratusan penonton ikut larut dalam kegembiraan Yesa. Perasaan saya campur aduk. Mau nangis dan tertawa bersamaan. Saking haru dan bahagianya.

Yesa menangis. Ia memalingkan wajahnya ke belakang. Ia malu tersorot kamera. Ia tidak mau terlihat cengeng.

Yesa terus memegang sekeping kertas yang bertuliskan ” Apresiasi dari BUMN PT Telkom senilai Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Ia gembira sekali. Matanya berbinar2.

“Bang Bir…terimakasih ya”, bisiknya lembut saat saya memeluknya erat.

Kami berpisah. Yesa pulang bersama anak semata wayangnya bersama saudara2 dan teman2nya ke Tangerang.

Saya juga pulang. Pulang dengan hati bahagia.

Yesa memang luar biasa. Ia bahagia bukan karena mendapat 50 juta yang menjadi miliknya. Ia bahagia karena dengan uang itu Yesa bisa menolong orang lain yang lebih membutuhkan.

Terimakasih Yesa untuk setiap cinta tulusmu bagi sesama…

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *