CHINA: PENGIDAP VIRUS MISTERIUS MELONJAK DAN MENYEBAR KE KOTA LAIN JELANG IMLEK, PEMERINTAH BERSIKUKUH VIRUS DAPAT DIKENDALIKAN

Pemerintah China melaporkan terdapat 139 kasus baru virus misterius dalam dua hari dan menyebar ke kota lain, walau pihak berwenang meyakinkan masyarakat bahwa virus itu “masih dapat dicegah dan dikendalikan.”

Kasus-kasus baru ini ditemukan di Kota Wuhan, Beijing, dan Shenzhen.

Jumlah total kasus yang dapat dikonfirmasi kini melonjak melebihi 200 pasien, tiga di antara mereka meninggal dunia akibat penyakit pernapasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan lonjakan kasus baru virus ini disebabkan “meningkatnya pencarian dan pengujian”.

Virus corona baru ini pertama kali dideteksi di Wuhan pada Desember lalu dan telah menyebar ke luar negeri, dua kasus di Thailand dan satu lainnya di Jepang.

Apa yang terbaru?

Pihak berwenang di Kota Wuhan mengatakan sebanyak 136 kasus baru telah dikonfirmasi sepanjang akhir pekan. Pada periode tersebut, orang ketiga telah meninggal dunia akibat virus itu.

Hingga Minggu (19/01), para pejabat setempat mengatakan sebanyak 170 orang di Wuhan masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk sembilan di antaranya yang mengalami kondisi kritis.

Pejabat kesehatan di Distrik Daxing, Beijing, menyebut dua orang yang telah bepergian ke Wuhan kini dirawat atas pneumonia terkait virus itu.

Di Shenzhen, sejumlah pejabat mengatakan seorang pria berusia 66 tahun menunjukkan gejala-gejala mengidap virus itu menyusul perjalanan mengunjungi kerabat di Wuhan.

Pihak berwenang China meyakinkan masyarakat bahwa virus baru corona yang telah menyebar ke luar negara itu “masih dapat dicegah dan dikendalikan.”

Penegasan tersebut disampaikan oleh Komisi Kesehatan Nasional di tengah keresahan masyarakat akan penyebaran virus menjelang perayaan Imlek mulai pekan depan.

Namun Komisi Kesehatan Nasional juga memperingatkan bahwa diperlukan monitoring ketat sebab sejauh ini belum diketahui secara pasti sumber, transmisi dan metode mutasi virus baru tersebut.

Dalam pernyataan resmi pertama sejak terjadi wabah, Komisi Kesehatan Nasional berjanji untuk meningkatkan pemantauan selama perayaan Tahun Baru China atau Imlek.

Dua orang meninggal dunia akibat virus yang menyerang pernafasan itu yang pertama kali muncul di Kota Wuhan Desember lalu.
‘Dari hewan terinfeksi’, screening di bandara Singapura

Sejumlah ahli kesehatan Inggris memperkirakan jumlah pengidap virus hampir 1.700 orang.

Para pejabat China mengatakan tidak ditemukan kasus penyebaran virus dari satu manusia ke manusia lainnya. Sebaliknya, kata mereka, virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi di pasar hasil laut dan hewan liar di Wuhan.

Kini Singapura dan Hong Kong melakukan screening terhadap penumpang pesawat yang terbang dari Wuhan.
Image caption Papan peringatan tentang virus corona ditempatkan di Bandara Narita, Jepang.

Pihak berwenang Amerika Serikat juga melakukan screening di bandara San Fransisco, New York dan Los Angeles dengan sasaran para penumpang yang menggunakan penerbangan langsung atau terhubung dengan Wuhan.

Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mengatakan analisis sementara bahwa virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi dan tidak menyebar antarmanusia dianggap berguna dan membantu pihak berwenang membuat rencana penanganan wabah.

“Banyak yang perlu diketahui tentang virus baru corona,” kata WHO.

Hingga kini, lanjutnya, belum cukup terkumpul bukti untuk membuat kesimpulan pasti seputar virus, termasuk metode penyebaran dan sumbernya.

Peneliti dan petugas medis telah mengambil contoh virus dari beberapa pasien. Sampel itu juga sudah dianalisis di laboratorium.

Otoritas China dan WHO menyimpulkan bahwa virus ini merupakan corona.

Corona adalah kelompok virus yang menyerang manusia. Enam di antaranya telah diketahui, sebelum kemunculan virus terbaru di Wuhan belakangan ini.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang disebabkan virus corona, menjangkiti 8.098 orang di China sejak wabah itu meluas pada tahun 2002. Tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

“Ada ingatan yang kuat tentang SARS, itulah asal sumber ketakutan. Namun kami kini lebih siap menghadapi penyakit semacam itu,” kata Josie Golding, lembaga penelitian kesehatan berbasis di London, Inggris.

Virus corona dapat menyebabkan gejala mulai dari demam ringan yang dapat berujung pada kematian.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *