JOKOWI AMBIL ALIH PENANGANAN BANJIR, ANIES ENAK-ENAKAN TAK KERJA SAMBIL MENATA KATA?

Xhardy-Waduh, ini benar-benar sudah di luar dari efek kejut yang penulis rasakan. Banjir kali ini sangat parah, bahkan mungkin yang terparah sehingga bahkan seorang presiden pun mau tak mau terpaksa harus turun tangan tangani banjir yang memalukan negara ini hingga ke dunia internasional. Anies, gubernur yang mungkin paling bandel sekaligus paling bodoh yang pernah ada. Terkonyol dan gaya sok profesor.

Terkait soal banjir, Jokowi menerbitkan sebanyak empat instruksi yang harus segera dijalankan. Empat instruksi Jokowi tersebut antara lain tentang keselamatan korban banjir. Keselamatan warga diprioritaskan atau dinomorsatukan. Selain itu dilakukam revitalisasi fasilitas umum, seperti bandara Halim Perdanakusuma, Tol Cikampek dan beberapa objek vital lainnya di ibukota. Instruksi lainnya adalah akselerasi kerjasama antara pemerintah pusat dan provinsi dalam menanggulangi banjir. Kerjasama tersebut antara lain pembangunan Waduk Cimahi dan Waduk Ciawi. San yang terakhir adalah mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir.

Jokowi juga menyebutkan dalam akun Twitternya bahwa ada empat lokasi banjir terparah pada awal tahun 2020. Lokasi banjir tersebut disebutkannya meliputi permukiman warga di sepanjang aliran empat sungai besar. Empat sungai besar tersebut antara lain Sungai Krukut, Sungai Ciliwung, Sungai Cakung dan Sungai Sunter.

Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak mengambil langkah darurat, menyiagakan mesin pompa hingga blokade banjir lewat bronjong dana karung pasir.

“Sebagai penanganan darurat, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong dan tanki agar kawasan dan prasarana publik segera berfungsi kembali,” kata Jokowi.

“Pembangunan prasarana pengendalian banjir pada keempat sungai terkendala sejak 2017 karena soal pembebasan lahan,” kata Jokowi.

Dalam denah besar pengendalian banjir, Jokowi menyebutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung baru berjalan sepanjang 16 kilometer dari 33 kilometer yang direncanakan. “Di hulunya dibangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Kedua bendungan direncanakan selesai akhir 2020,” katanya lagi.

So, apa lagi kritikan buat Anies? Rasa-rasanya kritikan bertubi-tubi sudah dilayangkan kepada Anies dalam banyak hal. Tapi gubernur bodoh ini sangat keras kepala, kerasnya melebihi batu intan. Selalu saja mencari kambing hitam, tidak becus bekerja hingga seorang kepala negara harus ikut campur masalah ini.

Jadi Anies kerjanya apa dong? Enak sekali dia sebagai seorang gubernur terkesan lepas tangan, cuci tangan tak mau disalahkan lantas dengan pedenya membiarkan pihak lain yang membantu. Gubernur ini sangat pintar menata kata sehingga ibu kota jadi berantakan dan menjadi kota metropolitan paling memalukan sepanjang sejarah.

Sebagai seorang gubernur, DKI Jakarta adalah tanggung jawabnya. Kalau seorang presiden saja harus turut campur (padahal banyak kerjaan lain yang harus dilakukan), ini berarti banjirnya sudah sangat parah sekaligus gubernurnya sudah sangat keterlaluan. Cuma dua itu aja, kok. Dan dua-duanya saling terkait.

Gubernur parah dan tak becus, titik banjir yang dulu sudah berkurang dan banjir sudah lumayan terkendali, sekarang malah bertambah parah. Kerasnya kepala gubernur seiman ini yang menyebabkan banjir parah. Lucunya, dia seolah masih belum punya solusi jitu untuk menangani banjir. Yang kita lihat di berita adalah gubernur ini menyalahkan pihak lain. Padahal Kementerian PUPR sudah jelaskan akar masalahnya, yang artinya pekerjaan yang harusnya diselesaikan Pemprov DKI ternyata tidak dilakukan.

Pusat bekerja bangun bendungan di hulu dan hampir selesai, sedangkan proyek normalisasi yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI baru jalan setengah, itu pun hasil dari gubernur sebelumnya. You see, gubernur kurang ajar ini nyaris tak kerja. Saat banjir dia ngotot ngeles percuma saja normalisasi.

Kalau memang Jokowi dan pemerintah pusat harus turun tangan atasi banjir, lebih baik Anies dirumahkan saja, atau diberhentikan dengan tidak terhormat meskipun kita tahu ini sangat sulit dilakukan. Kalau Pemprov DKI ini mirip perusahaan swasta, Anies dari dulu sudah ditendang keluar karena kinerja makin buruk plus jago ngeles pula.

Pak Anies, lihatlah perbuatanmu. Janji banyak diingkari. Mulut terlalu mudah umbar janji manis. Anda cuma bisa menata kata tapi sok jago menata kota. Kenapa Anda tidak gunakan kata-kata dari mulut Anda untuk menyuruh banjir pergi dari Jakarta? Kenapa malah ngeles cuci tangan? Anda itu sungguh keterlaluan.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *