TOKO ROTI SOK SYARIAH, TAPI PAKAI SISTEM CASHBACK RIYA, MUNAFIK!

Manuel Mawengkang-Kemarin viral sebuah video singkat yang merekam kejadian di sebuah tenant roti besar asal asing yang biasanya ada di tempat-tempat mahal. Di sana juga ada jasa pembuatan cake. Saya sontak langsung kaget, melongo dan ternganga. Ada foto mengenai mengenai peraturan penulisan ucapan cake.

Tanpa ada kop surat atau tanda tangan penanggung jawab tenant, ada surat yang ditutup mika, mengatur-ngatur pelanggan. Tindakan munafik. Saya tidak sedang mengatakan boleh atau tidak boleh untuk hal ini.

Saya tidak memperdulikan juga siapa yang pasang. Tapi ini adalah contoh kemunafikan yang hakiki. Tahu gak kalau cash back itu riya? Tapi kenapa malah sok-sokan pakai embel-embel surat syariah? Dasar kadal gurun munafik! Pak Menag, bersihkan mereka!

Eh ingat ini gak?

Mari kita simak isi surat arogan keblinger yang dibuat oleh manusia-manusia munafik pemuja HTI itu.

PERATURAN PENULISAN UCAPAN CAKE

Referensi: Sistem Jaminan Halal – Produk – Profil produk tidak boleh memjuat sesuatu yang yang tidak sesuai syariat Islam.

Store tidak boleh menulis di atas cake ucapan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam seperti

Pertama. Ucapan selamat hari besar agama, misal: Natal, Imlek, dll

Kedua. Perayaan yang tidak sesuai syariat Islam misal: Valentine, Halloween, dll

Store diperbolehkan menulis di atas cake ucapan seperti

Pertama. Ucapan selamat untuk hari jadi, misalkan pernikahan, promosi jabatan, dst.

Kedua, Perkataan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam seperti I love U,You’re The Best.

Saya melihat di sini ada bau-bau kemunafikan yang biasanya ditonjolkan oleh para pemuja Suriah. Mereka di Indonesia adalah benalu dan perlu dibasmi.

Pembubaran HTI masih belum cukup untuk membuat mereka berubah dan sadar akan NKRI. Sepertinya pembubaran HTI ini malah seperti menyebarkan virus yang lebih parah lagi.

Penulis harus dengan keras berkata bahwa orang-orang yang meletakkan ini, entah dari bagian dalam perusahaan atau orang luar yang meletakkan, adalah orang yang munafik. Kalian tidak sedang menjalankan agama kalian. Syariat? Omong kosong.

Kenapa saya sebut omong kosong? Karena toko itu ada sistem pembelian dengan cashless yang kalian juga sebut itu produk kafir. Bahkan di toko kue tersebut, malah milik orang asing.

Seorang Kyai NU bernama Kyai Said Aqil pernah mengatakan bahwa cinta NKRI dan ikut dalam konstitusinya adalah salah satu bentuk menjalankan tugas agama.

Buya Syafi’I Maarif juga sangat mengedepankan cinta NKRI sebagai bentuk pengamalan kehidupan beragama. Selain itu, masih banyak pemuka agama Kristen, Hindu, Buddha dan sebagainya yang berjanji bersama-sama untuk tidak mempertentangkan antara agama dan pemerintah.

Pendeta-pendeta Kristen yang memiliki cara pandang Calvinis juga mengaminkan bahwa pemerintahan seperti apapun, itu merupakan topangan tangan Tuhan untuk manusia.

Jadi kalau mau kaitkan antara agama dengan sistem berbangsa dan bernegara, ya jawabannya bukan dengan cara mempertentangkannya. Lihatlah provinsi yang disebut-sebut Daerah Istimewa yang ada di ujung Indonesia itu. Sekarang jadi apa itu barang?

Ladang nyimeng terbesar*, kemudian pembuat hukum cambuk, malah dicambuk karena selingkuh. Saya tidak sedang menyerang agama manapun. Saya sedang menyerang interpretasi tolol terhadap agama yang bagus, dan malah merusak marwah agama itu sendiri.

Seperti orang-orang dan pendeta Kristen, yang juga mempermalukan kekristenan karena ternyata jadi bos yang diciduk karena korupsi juga. Bikin malu saja. Saya mengenal banyak teman-teman berbeda iman dengan penulis.

Mereka adalah orang-orang yang sangat toleran dan sangat mengedepankan persatuan. Bagiku agamaku, bagimu agamamu. Maka kalau kita ngobrol, hindari debat agama.

Ngobrol apapun. Kalau mau ngomongin agama, ya di tempat yang sudah disediakan saja. Di Arab saja santuy, kok di Indonesia malah sok ngarab?

Saya masih berharap kepada pemerintah RI ini agar bisa menganggap hal ini serius. Pemerintah harus sesegera mungkin menelisik hal ini. Kemunafikan mereka itu beracun. Kalau dibiarkan berlarut-larut, jangan heran nanti kalau Indonesia akan hancur seperti Suriah.

Saya tidak sedang mengatakan hal omong kosong. Karena Suriah sudah menjadi bukti betapa kemunafikan itu bikin satu negara hancur. Hoax dibuat, idealisme-idealisme negara impian yang terlihat sophisticated namun rapuh diangkat tinggi-tinggi.

Alhasil, negara itu hancur. Bayangkan jika ada satu orang bos yang memimpin bangsa ini dan dia harus didengar dan dijalankan dengan segala hukuman yang menanti… Hancur lah bangsa itu dihabisi oleh keegoisan orang itu. Siapa yang bisa menjadi satu bos itu, wahai penikmat cash back?

Begitulah cashback-cashback.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *