DITOLAK DI MANAPUN DAN DIANGGAP ILEGAL DI KPK, ABDUL SOMAD TIPIKAL DA’I BERMUKA TEMBOK?

Niha Alif-Siapa yang tak kenal UAS? Penceramah fenomenal yang terkenal baik dunia nyata maupun maya. Bukan karena tausyiah keagamaan, tapi lebih karena berbeda dari yang lainnya. UAS yang pernah dikecam karena menyebut jin kafir pada salib. UAS yang mengharamkan nonton drama korea, mengharamkan dirawat oleh yang bukan muhrim saat sakit, mengharamkan lomba kicau burung hingga permainan catur.

UAS juga yang mengenalkan istilah unlimited poligami, menghalalkan bom bunuh diri dan melontarkan sejumlah pernyataan kontoversial lainnya. Penolakan dirinya tak hanya di tanah air bahkan di luar negeri. Di Jogja, Keraton menolak pemakaian masjid Kauman dan alun-alun Jogja untuk dipakai ceramah UAS dkk. Pihak Keraton sadar ceramah-ceramah UAS berisi SARA dan berpotensi memecah belah. Juga sangat tak cocok di tanah Jogja yang menjunjung tinggi nilai luhur dan budaya. Sedang Somad, Felix Siauw dll menjunjung khilafah dan budaya timur tengah.

Dari Jogja, penolakan UAS dilanjutkan oleh masyarakat Kudus. Terbaru oleh kampus UGM. Di luar negeri sempat terdengar penolakan UAS ceramah di Belanda, Jerman dan negara Eropa lain. Entah siapa kadrun yang bersembunyi mengidolakan UAS di setiap daerah. Sudah tahu UAS tipikal pemecah belah, masih saja diberi panggung untuk ceramah.

Dan kini kontroversi ceramah UAS terjadi di KPK. Pimpinan KPK meradang mengaku kecolongan. Agus Raharjo cepat-cepat mengklarifikasi kedatangan UAS yang ilegal agar KPK tak dituduh sarang taliban. Sebenarnya di waktu yang sama UAS juga mengisi tausyiah di kompleks Angkatan Darat. Sayang yang diblow up yang terjadi di KPK. Harusnya panglima TNI segera mengambil tindakan untuk pengundang manipulator agama di Institusinya.

Tindakan Agus Raharjo yang berniat memberi sanksi bagi pegawai KPK yang lancang mengundang UAS sudah tepat. Mereka yang menamakan organisasi BAIK atau apapun itu harus melakukan sesuatu sepengetahuan atasan dan atas persetujuan. Kalau atasan dan bawahan tak kompak dalam suatu hal, jangan harap KPK bisa menjadi lembaga kuat. Rasanya revisi UU KPK sudah tepat dikeluarkan untuk menertibkan internal KPK yang bobrok.

Kembali lagi pada Abdul Somad. Sama seperti Feliz Siauw yang ditolak di mana-mana karena mengusung ideologi khilafah. Somad juga pernah mendukung negara khilafah dalam salah satu ceramahnya. Kedekatan dengan NU nyatanya hanya kedok belaka. Sangat jauh dengan Gus Muwafiq yang senantiasa berpegang pada landasan ideologi bangsa yakni pancasila dan UUD 45.

Makanya KPK mengundang Gus Muwafiq secara legal dan atas nama lembaga. Sedang UAS malah dipermalukan oleh Ketua KPK karena dianggap undangan ilegal. Bahasa kasarnya mengundang seorang buron atau napi kabur. UAS sendiri saja dipertanyakan jiwa nasionalismenya. Bagaimana ia bisa leluasa mengisi ceramah di Institusi milik negara?

Da’i-da’i seperti UAS inilah yang membuat ASN, pegawai BUMN dan lainnya membenci pemerintah. UAS mengedepankan syariat hingga menghalalkan bom bunuh diri yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai bernegara.

Herannya meski ditolak di mana-mana dan dianggap memecah belah, kenapa Somad tak tahu malu dan masih mau diundang ceramah? Di manakah rasa malunya? Ataukah dia tipikal da’i bermuka tembok?

Malu adalah sebuah sifat yang dapat membuat manusia menahan diri dari perbuatan buruk, hina, tercela dan menghindarkan manusia dari perbuatan dosa serta membuat manusia menjaga harga diri dan martabatnya sebagai manusia. Sifat malu dapat berasal dari bawaan sejak lahir atau hasil dari kebiasaan.

Namun rasa malu memanglah diperlukan untuk mengendalikan akhlak manusia. Rasa malu merupakan sebagian dari iman, didalam sebuah hadits ditegaskan bahwa malu merupakan salah satu cabangnya iman. Kenapa dapat dikatakan malu sebagai cabangnya iman? Karena, ketika seseorang beriman kepada Allah SWT. maka ia akan merasa malu untukk melakukan perbuatan hina dan dosa.

Contoh : seseorang berniat ingin mencuri namun ia merasa malu kepada Allah karena ia tahu Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui, dan pada akhirnya dia mengurungkan niat tersebut karena dia beriman kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Iman adalah pokoknya, cabangnya ada tujuh puluh lebih, dan malu termasuk cabangnya iman.” (HR. Muslim)

Kalau rasa malu saja sudah tak dipunya Abdul Somad, percayakah kita akan ceramahnya? Tak memiliki rasa malu berarti kehilangan salah satu iman. Kalau sudah begitu tak pantas berkoar memberikan ceramah karena imannya sendiri sudah cacat.

Semoga pengikut Somad dan seluruh fans berat yang kerap mengundangnya segera dibukakan hidayah. Masih banyak ustadz dan da’i baik di negeri ini yang beriman dan punya rasa malu. Gus Muwafiq salah satu penceramah baik yang dicontohkan KPK. Kenapa masih saja memilih Abdul Somad yang penuh caci maki dan tak punya rasa malu?

Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to DITOLAK DI MANAPUN DAN DIANGGAP ILEGAL DI KPK, ABDUL SOMAD TIPIKAL DA’I BERMUKA TEMBOK?

  1. Pingback: 埼玉 キッズウォール

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *