NEGARA TIDAK BOLEH KALAH.

Pada tahun 2002 dinegara Venezuela, 40 kelompok oposisi yg berbeda menyatukan diri dalam sebuah koalisi yg kemudian dinamakan Democratic Coordinator ( CD ), kaum oposisi ini yg didukung AS terus menerus hendak menggulingkan yg pd waktu itu Presiden Venezuela Hugo Chavez. Sejak awal Desember 2002 hingga awal Februari 2003, CD menyelenggarakan pemogokan2 yg membuat nilai ekspor minyak menurun drastis dan menggoncang perekonomiaan Venezuela.
Jika dinegara kita Indonesia bernama Pertamina, sedangkan di Venezuela perusahaan minyak negara itu bernama PDVSA ( Petroleos De Venezuela.S.A. ).
Pada tingkat tertentu, dalam beberapa pemogokan terjadi bentrok antara pendukung Chavez dan pihak oposisi, bahkan menyebabkan beberapa orang meninggal. Pihak oposisi menolak proposal yg diajukan pemerintah utk mengakhiri pemogokan.
Kemudian apa yg dilakukan Presiden Hugo Chavez ? Presiden Hugo Chavez kemudian merespon pemogokan dgn sangat tegas, Presiden Hugo Chavez kemudian memecat 16 ribuan pekerja PDVSA ( jika di Indonesia karyawan Pertamina ), tidak tanggung2 apa yg dilakukan Oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez pd waktu itu dlm mengatasi pemogokan massal karyawan perusahanan minyak negara PDVSA yaitu dgn memecat 16 ribuan karyawan PDVSA dan kemudian mengambil kembali kapal Pilin Leon bermuatan 44 juta liter minyak dari pemogok yg mengakibatkan produksi minyak sempat terhenti. Angkatan Laut turun tangan mengambil alih tanker minyak Moruy yg ditahan oleh pihak oposisi. Kemudian Chavez menunjuk Ali Rodriguez sebagai presiden PDVSA yg baru dan mengumumkan bahwa kudeta minyak telah berhasil dikalahkan dan negara dalam posisi kembali menuju produksi minyak yg normal.

Meskipun sekarang negara Venezuela sedang mengalami krisis hebat, mengalami kebangkrutan, tetapi ada satu yg bisa diambil pelajaran pd waktu Presiden Hugo Chaves memecat 16 ribuan karyawan PDVSA, yaitu ketegasan, sangat tegas bahwa negara tidak boleh jatuh ketangan orang jahat, bahwa negara tidak boleh kalah.

Kembali kenegara kita Indonesia, rencana Menteri BUMN Eric Thohir untuk mengangkat Ahok sbg Petinggi/Direktur/Bosnya Pertamina dan sudah direstui Presiden Jokowi, bahwa rencana tsb harus dipastikan pengangkatan Ahok tsb pasti, tidak berubah, meskipun mendapatkan penolakan dari serikat pekerjanya, meskipun diprotes/ditolak oleh segelintir ormas yg ormasnya itu2 juga, bahwa dalam hal ini negara tidak boleh mengalah, negara tidak boleh kalah, jika negara mengalah apalagi kalah maka para penjahat akan berkuasa.
Mau dibawa kemana negara ini ?
Maka dari itu negara tidak boleh kalah.

SALAM DAMAI.
ASROF HUSIN.

fb Asrof Husin

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *