A L E X I S

FB: KataKita

Alexis…

Anies Baswedan berjanji bahwa apabila dia terpilih sebagai Gubernur akan menutup Alexis. Apakah itu Alexis ? Itu adalah sebuah hotel di jakarta utara. Dimana biasanya di setiap hotel di lengkapi tempat hiburan seperti Bar, Cafe, Spa, Massage. Tentu tempat hiburan itu punya izin tersendiri dengan syarat yang ketat sesuai PERDA dan UU. Yang salah satu syaratnya adalah tidak boleh melakukan perbuatan asusila dan Narkoba. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan beresiko izin di cabut. Sejauh itu tidak ada di temukan bukti pelanggaran izin maka pemerintah tidak bisa menutup usaha tersebut. Yang pasti Pemerintah tidak pernah melegitimasi prostitusi.

Benarkah tidak ada pelanggaran? Pasti ada pelanggaran. Namun yang berhak menentukan itu pelanggaran adalah aparat pemda. Bukan publik. Pelanggaran izin usaha hiburan seperti orang kentut. Semua orang yang dekat membaui kentut itu namun untuk menentukan siapa yang kentut sangat tidak mudah. Alasannya, kentut di lakukan secara diam diam dan tidak ada bukti kecual baunya pahit. Dan kalaupun ada yang bisa menduga pasti seseorang kentut, dia lebih memilih diam demi menjaga perasaan. Dunia hiburan di Indonesia juga begitu. Pihak pemda tahu ada pelanggaran namun demi menjaga sumber penerimaan pajak untuk mengongkosi fungsi sosial APBD, Pemda memilih mendiamkan saja.

Kalaupun ada upaya razia ,kebanyakan tidak menemukan bukti. Mungkin rencana razia sudah di bocorkan kepada pengelola hiburan. Maklum jaringan pengelola hiburan bukan hanya pada aparat pemda tapi juga aparat hukum dan bahkan ada yang punya koneksi ke ormas. Hidayat Nurwahid ketika di calon oleh PKS sebagai Gubernur DKI, menegaskan bahwa PKS tidak akan menutup tempat hiburan sepanjang tidak melanggar peraturan. Ini seakan PKS berusaha menarik simpatik kelompok islam moderat dan islam KTP untuk tidak takut memilih partai berbasis agama. Namun rasa curiga publik DKI terhadap partai berbasis islam, membuat Nurwahid kandas menjadi DKI-1.

Dan kini Anies Baswedan dengan tegas akan menutup Alexis. Satu tempat hiburan sekelas Stadium yang telah ditutup Ahok , mengakibatkan 1000 orang kehilngan pekerjaan, tidak termasuk bisnis yang terkait dengan itu. Kini ada ratusan tempat hiburan merasa terancam apabila PKS memenangkan Pilgub DKI. Jangan di remehkan suara mereka. Karena mereka benar benar silient majority yang pengaruhnya menjangkau semua lapisan dan sangat signifikant membuat orang jadi pecundang di kota metropolitan ini. Maklum suara dari bisnis ini mungkin bisa 10% dari pemilih Pilgub DKI. Mungkin Anies Baswedan mendapatkan suatu keyakinan untuk menjadikan Jakarta haram prostitusi atau maksiat. Dan karena itu berharap dukungan umat Islam indentitas. Entah mana yang banyak konsituennya dengan islam moderat dan islam non partisan, yang lebih realiistis memandang hidup ini yang apa boleh buat dari awalnya sudah cacat.

Pernyataan Anies Baswedan menguntungkan calon PDIP. Ada indikasi sedikit, tadi saya dapat telp dari teman yang juga punya bisnis hiburan, mereka sedikit panik dengan sikap Anies. Pikiran mereka, kalau Alexis yang godfather aja di tutup gimana yang lainnya. Ahok memang “gila ” tapi bukan ancaman. Dan mereka akan menggalang segala kekuatan agar Ahok jadi pemenang. Padahal tadinya dukungan mereka kepada Ahok sudah melemah karena sikap Ahok yang mempersulit penambahan izin baru tempat hiburan.

Namun bagaimanapun perang terhadap prostitusi tak ubahnya dengan perang terhadap korupsi. Ia tak akan pernah habis selagi dunia terkembang dan setan belum di musnahkan oleh Tuhan. Mungkin keberadaan dunia hiburan adalah cobaan menusia untuk menguji keimanannya. Agar tetap kering ditengah hujan deras, dan tetap sejuk di tengah panas terik, dan tawar walau di tengah lautan yang asin. Pada akhirnya setiap orang akan di uji keimanannya untuk menjadi sebaik baiknya kesudahan..
https://m.facebook.com/story.php

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *