5 BULAN GANJIL-GENAP, VOLUME KENDARAAN TURUN

Jakarta- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat telah menggelar kebijakan pengendalian kendaraan sistem ganjil-genap sekitar 5 bulan di jalan protokol dan sebagian ruas jalan di Jakarta. Berdasarkan analisis, terjadi penurunan volume kendaraan di lokasi ganjil-genap.

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, sistem ganjil-genap secara efektif sudah berjalan kurang lebih 5 bulan, sejak tanggal 30 Agustus 2016.

“Selama program itu berjalan, sudah dua kali dilakukan pengkajian secara komprehensif dengan melibatkan pemangku kepentingan,” kata Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Sabtu (10/12)

Hasil dari pengkajian tersebut menghasilkan beberapa indikator yang mengarah pada perubahan situasi yang relatif lebih bagus, antara lain peningkatan travel time, volume kendaraan mengalami penurunan, peningkatan penumpang Transjakarta, dan highway mengalami peningkatan, dan hasil penegakkan hukum per hari fluktuaktif,”

Dikatakannya, hasil penilangan terhadap pelanggar hingga Jumat (9/12) kemarin, berjumlah 5.113 pelanggar. Hasil sampling wawancara terhadap para pelanggar alasannya beragam seperti lupa kalendar nasional saat itu genap atau ganjil, hingga lupa waktu pemberlakuan yakni pagi pukul 07.00 sampai 10.00 WIB dan sore pukul 16.00 sampai 20.00 WIB. “Ada juga unsur kesengajaan diharapkan petugas tidak melihat, dan ingin coba-coba,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, jumlah angka pelanggar yang menyentuh 5.113 orang masih relatif tinggi. “Ini merupakan salah satu indikator cermin ketaatan masyarakat dalam merespon program tersebut,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sebagai leading sector, diperlukan pengkajian kembali secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder sebagai dasar mengambil langkah-langkah antisipatif ke depan menuju program yang permanen yakni, Electronic Road Pricing (ERP).

“Langkah-langkah menuju ERP sudah dilakukan Dishub mulai dari pembicaraan informal, termasuk proses lelang ERP sudah dalam proses,” tandasnya.Bayu Marhaenjati/WBP
sumber: beritasatu

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *