“KALAU TIDAK SUKA CALON A, B, ATAU C, YA CUKUP TIDAK MEMILIHNYA”

JAKARTA, KOMPAS.com – Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil, menyarankan, warga maupun pihak-pihak yang tidak menyukai salah satu pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI untuk mengekspresikan ketidaksukaannya itu dengan tidak memilih pasangan tersebut pada hari pemilihan nanti.

Fadli mengatakan, cara-cara penolakan yang saat ini dilakukan oleh sekelompok orang dengan dalih tidak menyukai salah satu pasangan calon, jelas menyalahi aturan.

“Kalau tidak suka terhadap calon A, B, atau C, ya cukup tidak memilihnya di bilik suara,” ujar Fadli saat acara bertajuk “Perspektif Jakarta” di Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Fadli menambahkan, cara lain yang dapat dilakukan warga jika tidak menyukai pasangan calon tertentu ialah berdialog atau langsung bertatap muka dengan calon yang datang ke daerah mereka.

Dengan dialog itu, pasangan calon langsung tahu bahwa ada sejumlah hal yang harus mereka perbaiki.

Fadli khawatir, jika penolakan terhadap pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta 2017 terus terulang, akan terjadi penolakan-penolakan serupa di daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada serentak pada 2017.

Untuk itu, Fadli meminta ada ketegasan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun dari pihak kepolisian untuk menindak para pelanggar terkait penolakan ini.

“Ini bisa membahayakan tahapan kampanye yang merupakan tahapan paling penting, tidak hanya untuk pasangan calon, tetapi untuk masyarakat yang ingin mengetahui mengapa calon-calon tersebut ingin mencalonkan diri,” ujar Fadil.

Sejumlah penolakan terjadi terhadap pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI nomor pemilih dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Atas penghadangan tersebut, tim Ahok-Djarot telah melapor ke Bawaslu DKI.

Dari empat laporan, satu di antaranya dinyatakan memenuhi unsur tindak pidana. Kasus penghadangan yang memenuhi unsur tindak pidana itu telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *