DASAR SETAN

Fekarimba SW – Orang kaya dan orang miskin. Udah kayak Tom & Jerry. Susah banget akurnya. Sampai capek ngeliatnya. Pentung-pentungan, banting-bantingan, cela-celaan, salah-salahan, sama-sama merasa benar, yang akhirnya, nggak bisa sama-sama menang.

Bermusuhan itu kayak gitu, mesti ada yang kalah ada yang menang. Yang kalah trus jadi dendam buat mengalahkan. Trus membalas. Trus jadi pemenang. Trus gantian dendam. Balas. Trus menang. Trus dendam lagi — Gitu aja terus sampai dunia kiamat.

Bingkai dari permusuhan adalah rasa marah. Penyebabnya bisa berbeda-beda. Tapi rasa marahlah yang membentuk permusuhan. Dan kemarahan yang bisa menjadi sebab permusuhan adalah rasa marah karena merasa tidak dihargai atau serta merasa dilangkahi haknya.

Silahkan dicari semua bentuk permusuhan, alasannya selalu hanya itu.

Bagaimana dengan berebut kepentingan? Itu juga alasan permusuhan, kan? Mungkin. Tapi kenapa tidak seperti ini; Berbagi Kepentingan? Itu tidak langsung menyebabkan permusuhan, kan?

Hanya kalau salah satu berusaha mendapatkannya dengan menyingkirkan yang lain, baru terjadi permusuhan. Tidak ada penghargaan, tidak ada pertemanan.

Lagi, silahkan dikaji semua argumen tentang permusuhan. Pada akhirnya hanya akan muncul alasan seperti itu. Musuh adalah orang — atau apapun, yang membuat kita marah karena merasa tidak dihargai atau dilangkahi haknya.

Tetap hargai orang lain, jangan merendahkan, penuhi hak-haknya, maka kita tidak akan mempunyai musuh. Benar begitu? Sayangnya, tidak. Lho, kok?

Nabi Musa musuhnya banyak. Nabi Isa musuhnya seabrek-abrek. Nabi Muhammad juga. Dimusuhi habis-habisan, padahal beliau tidak pernah — dan tidak sekali-kalipun pernah — merendahkan dan melangkahi hak orang lain. Kenapa bisa begitu?

“dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. la (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? la (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (Al-Isrā : 61-62)
Barangkali, itu adalah sikap tersingggung pertama mahluk hidup yang menyebabkan kemarahan — yang menyebabkan permusuhan.

Iblis merasa tidak dihargai dan diambil haknya oleh manusia. Walaupun — Insya Allah — pasti bukan seperti itu maksud Allah, dan bukan seperti itu adanya. Walahu a’lam.

Tapi permusuhan telah terjadi, dan dalam bingkai kemarahan, pemicunya adalah prasangka. Sebaik apapun kita bersikap, jika prasangka setan sudah masuk di kepala dan didengar, permusuhan masih mungkin terjadi.
Prasangka-amarah-bermusuhan. Pandangi teman-teman, orang-orang yang kita kenal. Apakah kita memusuhi mereka. Kenapa? Silahkan bercermin.

Lalu hubungannya dengan orang kaya dan miskin?

Udah dulu, ah. Kepanjangan nanti tulisannya.

-GwVK-

sumber: kompasiana

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *