TEBUSAN TAX AMNESTY DEKATI RP100 T

JAKARTA – Antusiasme masyarakat mengikuti program amnesti pajak (tax amnesty) berimbas terhadap besarnya nilai tebusan yang masuk ke kas negara. Hingga tadi malam dana tebusan mendekati Rp100 triliun.

”Sampai hari ini pukul 20.03 WIB, total deklarasimaupunrepatriasiberada pada posisiRp3.540triliun. Angkatebusansebesar Rp97,1 triliun, tetapi ini masih terus bergerak sampai pukul 12 malam karena yang mengantre banyak,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai meninjau pelaksanaan amnesti pajak di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Presiden mengapresiasi wajib pajak, dunia usaha serta masyarakat luas yang telah berpartisipasi dalam program amnesti pajak. ”Terima kasih saya juga sampaikan kepada petugas pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja hingga tengah malam. Saya menyampaikan kepada Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak supaya memberikan apresiasi,” katanya.

Kemarin merupakan batas akhir program amnesti pajak periode pertama. Periode pertama yang berlangsung sejak Juli 2016 ini memberikan kesempatan paling menarik bagi wajib pajak (WP) lantaran menawarkan tarif tebusan terendah. Seperti diberitakan, pelaksanaan program amnesti dibagi menjadi tiga periode dengan masingmasing tiga bulan.

Pada periode pertama, tarif tebusan repatriasi atau deklarasi dalam negeri ditetapkan 2%. Pada periode kedua dan ketiga meningkat masing-masing menjadi 3% dan 5%. Adapun tarif tebusan deklarasi luar negeri pada periode pertama 4% yang kemudian meningkat menjadi 6% dan 10% pada periode kedua dan ketiga.

Presiden mengingatkan, meskitahapan pertama selesai, wajib pajak tetap bisa mengikutiamnestipajakpada periodekedua dan ketiga. Jokowi menambahkan, program amnesti pajak merupakan momentum bagi pemerintah untuk mereformasi sistem perpajakan di Indonesia. ”Termasuk memperluas basis pajak kita melalui perbaikan sistem pelayanan pajak. Diharapkan tax amnesty tuntas.

Yang belum deklarasi dan repatriasi, gunakan kesempatan baik ini,” ujarnya. Ditempat yangsama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berjanji akan menjaga kepercayaan masyarakat atas program amnesti pajak. ”Cermin kepercayaan itu akan kami jaga dengan melakukan reformasi dari undang-undang sampai institusinya,” ucap dia.

Sri Mulyani juga berharap, masyarakat masih antusias mengikuti program amnesti pajak pada periode kedua dan ketiga. Hari terakhir periode pertama program amnesti pajak kemarin, Kantor Ditjen Pajak tak hanya diramaikan kalangan pengusaha. Tokoh agama maupun pejabat pun menyampaikan deklarasi dalam rangka pelaporan penyampaian surat keterangan pengampunan pajak (SKPP).

Sekitar pukul 11.00 WIB, Ustaz Yusuf Mansur melaporkan sejumlah hartanya. Ustaz Yusuf Mansur datang bersamaan dengan perwakilan Grup Indofood, Franciscus Welirang. ”Pagi ini Pak Franky (Franciscus Welirang) mewakili Grup Indofood dan ada Pak Ustaz Yusuf Mansur mewakili umat. Jadi makin banyak yang peduli dengan deklarasi maupun repatriasi, tentu ini pertanda baik bagi kita semua,” kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi.

Yusuf Mansur mengatakan, dia datang atas nama pribadi dan menyampaikan pesan untuk ikut melaporkan aset yang dimiliki. ”Datang ke sini itu spiritnya berbagi kepada umat. Bagi saya, tax amnesty ini sangat baik karena ini sedekah juga. Sangat bagus kalau kita bisa membiayai lampu jalan di desa-desa terpencil serta hal-hal yang terkait infrastruktur tentu sangat bagus,” katanya.

Yusuf Mansur mengaku telah melaporkan berbagai aset yang dimilikinya, baik harta yang bergerak maupun tidak bergerak. ”Tidak ada masalah. Sebab saya memang sudah beberapa waktu lalu melaporkan. Saya juga mengimbau kepada teman-teman di kalangan pesantren untuk ikut berbagi sedekah melalui tax amnesty ini,” ungkapnya.

Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB di Kantor Ditjen Pajak, CEO Sinar Mas Group Franky Oesman Widjaja bersama pendiri Alfamart Djoko Susanto juga mengikuti program amnesti pajak. ”Sebenarnya kami sudah melakukan sejak Agustus kemarin. Artinya akan dilakukan secara bertahap, kemungkinan periode kedua kami akan lanjut lagi,” ujar Franky Widjaja.

Dia berharap, pemerintah bisa terus menggalakkan program tax amnesty dengan skema win-win solution. ”Saya rasa potensi pajak ini besar sekali. Kalau maunya pengusaha potongannya bisa lebih rendah lagi tentu akan lebih bagus dan bisa lebih banyak lagi. Tapi itu idealnya ya,” ucap dia. Adapun pendiri Alfamart Djoko Susanto mengatakan datang atas nama pribadi.

”Kalau perusahaan dan anak perusahaan kan udah.Saya datang sendiri dan tiba-tiba,” ujarnya. Djoko mengaku, sebagai pengusaha lokal, pihaknya melaporkan semua aset pribadi yang berada di dalam negeri. ”Saya ini usaha kecil menengah, belum jadi pemain global. Jadi melaporkan yang ada di dalam negeri saja. Kalau repatriasi ada sedikit di luar negeri atas nama pribadi,” katanya.

Menurutnya, tidak ada kendala berarti ketika melaporkan aset pribadi dalam program amnesti pajak. Dia mengimbau wajib pajak untuk mengikuti program amnesti pajak. ”Kalau kemarin antre, saya kira itu biasa. Saya hanya bisa mengimbau kalau toh ada yang belum, supaya ikut,” paparnya.ichsan amin
sumber: koran-sindo.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *