PERLU KEBERSAMAAN DUKUNG PEMBANGUNAN TOL LISTRIK AGAR SUMUT TERANG

Medan (SIB)- Asisten Pemerintahan Setda Propinsi Sumatera Utara Hasiholan Silaen SH mengatakan, kita perlu satu pemikiran dan pendapat bahwa energi listrik kita di Sumut kekurangan, apabila tidak disiapkan dari sekarang maka kita ke depan akan lebih parah lagi. Kini ada program Presiden Jokowi-JK membangun 35 ribu MW di Indonesia termasuk untuk Sumut, maka harus kita dukung.

“Selama ini yang datang unjuk rasa ke Pemprovsu selalu masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh karena industri mengalami kekurangan daya listrik. Ke depan, kalau tak ada penambahan daya listrik maka tak mungkin kita mampu bersaing di era MEA,” kata Hasiholan pada acara road show bertema “Membangun Tol Listrik Menuju Sumut Terang, 35.000 MW untuk Indonesia,” yang dilaksanakan di Gardu Induk (GI) PLN Binjai, Rabu (1/6).

Hadir pada acara itu Walikota Binjai H Idaham SH, GM PLN UIP II Ir Jurlian Sitanggang, mewakili Kapoldasu Kombes Pol Hery S dan undangan lainnya.
Dikatakan Hasiholan, mari kita mendukung program pembangunan listrik. “Saya mewakili Gubsu mendukung sepenuhnya untuk secepatnya pembangunan tol listrik ini, karena PLN tidak mungkin membangun tanpa dukungan kita semua,” kata Silaen.

Dipesankannya, program ini dapat berhasil dengan rasa kebersamaan dan kekompakan. Bila ada masyarakat yang ragu, tolong disosialisasikan bersama aparat terkait bahwa listrik ini untuk kepentingan bersama.

“Saya minta pada PLN laksanakan ketentuan yang ada. Mungkin ada yang harus dikompensasi bagi yang ada bangunan dan tanah, silahkan bayar ganti kerugiannya sesuai ketentuan dan jangan mengada-ada. Disini ada Kejari dan sesuai dengan TP4D (Tim Panitia Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan di Daerah) supaya jangan ada masalah hukum,” katanya.

Selanjutnya, dikatakannya, walaupun sudah disosialisasikan tetapi masih ada yang pura-pura tidak tahu dan masih ada yang buat gerakan supaya tidak terlaksana pembangunan “tol listrik” ini, diminta kepada Kapolres, Dandim amankan itu dan pak Kajari “konsinasikan” di Pengadilan sehingga pembangunan jalan terus karena ini bukan kepentingan pribadi tetapi kepentingan umum.

Pembangunan jalan terus, tetapi jangan melanggar ketentuan. Ini kata kunci, kebersamaan dan kekompakan lakukan sesuai koridor ketentuan, katanya.
Sebelumnya GM PLN UIP II Jurlian Sitanggang mengatakan, dalam upaya meningkatkan kuantitas, mutu dan keandalan sistem kelistrikan di Sumut, pemerintah melalui PT PLN UIP II membangun gardu induk (GI) dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet).

Saat ini dibangun GI dan transmisi 275 kv dari P.Sidimpuan-Binjai. Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut PLN UIP II mengajak para stakheholder untuk bersama-sama membantu, mengawal dan bersinergi dalam pembangunan gardu induk dan transmisi di Sumut mulai dari Binjai-Galang-Simangkuk-Sarulla dan P.Sidimpuan, katanya.

Anton Marlindo staf PLN mengatakan, di Binjai ada 10 tower lagi belum berdiri karena kendala ada masyarakat menolak pembangunan sutet tersebut. Dan PLN terus mengadakan pendekatan.

Dikatakannya, 275 KV ini juga dimanfaatkan untuk mengantar energi dari Sumsel ke Sumut berdaya 2.000 MW sehingga nantinya Sumut tidak defisit lagi. Kalau saat ini kualitas listrik di Sumut masih sering-sering padam. Daftar tunggu pelanggan baru ada sekitar 556 MW.

Dengan selesainya transmisi ini maka daftar tunggu itu bisa terlayani dan kualitas layanan ditingkatkan sehingga tidak padam lagi bila telah interkoneksi seluruh Sumatera. Pada kesempatan itu diserahkan bantuan kepada rumah ibadah dan sekolah. Roadshow PLN UIP II dimulai dari P.Sidimpuan, Sarulla, G.I Galang dan Binjai. (A01/h)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *