GADIS KECIL PEMBERANI INI MINTA SANG IBU MEMAAFKAN GEROMBOLAN ISIS YANG MEMBAKARNYA HIDUP-HIDUP

KatolikKita, Mosul – Sambil terbaring sekarat di pelukan ibunya, seorang gadis remaja Kristen berusia 12 tahun meminta ibunya memaafkan anggota ISIS yang membakarnya hidup-hidup.

Jacqueline Isaac, seorang pengacara HAM, yang menyampaikan kisah pilu ibu dan anak, setelah kediaman mereka di Mosul, Irak, dibakar anggota ISIS.

Bocah perempuan itu sedang mandi saat anggota ISIS datang ke kediaman mereka untuk menagih jiyza, pajak agama yang dibebankan ISIS kepada penduduk minoritas Kristen, Syiah dan Alawi. Pada masa-masa pendudukan itu, ribuan umat Kristen di Suriah dan Irak terpaksa mengungsi ke wilayah-wilayah lebih aman. Bagi warga Kristen yang memilih tetap tinggal di Raqqa atau Mosul, mereka diwajibkan membayar jiyza atau pajak agama.

Si ibu mengatakan segera membayar pajak itu, tetapi meminta anggota ISIS tersebut menunggu hingga putrinya selesai mandi. Diminta menunggu, anggota ISIS itu marah dan langsung membakar kamar mandi saat bocah tersebut masih berada di dalamnya.

Jacqueline membeberkan kisah ini dalam sebuah konferensi di New York yang membahas penindasan terhadap minoritas Kristen di daerah konflik Suriah dan Irak bulan lalu.

Saat terbaring lemah menjelang ajal di pelukan ibunya, gadis itu meminta sang ibu untuk memaafkan anggota ISIS yang membakar rumah mereka, seperti dikabarkan harian Express.

“Anak itu menderita luka bakar tingkat IV dan ibunya telah melakukan segalanya untuk menyelamatkan nyawanya,” ujar Jacqueline. “Saat dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal, kata-kata terakhir anak itu kepada ibunya adalah, ‘maafkan mereka’,” kata Jacqueline.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *