DUA POLISI SABHARA INI ‘DIHAJAR’ WARGA DESA BEGANDING

Dicurigai Sering Nyabu dan Transaksi Narkoba

TANAH KARO–SUMBER-Dua orang oknum personil polisi disebut-sebut bertugas di Sat Sabhara Polres Karo, nyaris menjadi bulan-bulanan warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (22/04/2016) kemarin sekira pukul 20.00 WIB malam.

Keterangan yang diperoleh SUMUTBERITA dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Beganding, Helen Ria br Bangun menyebutkan, saat menghadiri pertemuan dengan keluarganya malam itu, tiba-tiba ia mendengar keributan kecil di warung kopi (warkop) milik Rocky Sembiring. Warung itu terletak tak jauh dari rumah keluarganya.

Mendengar itu, ia lantas mendatangi warkop tersebut guna mencari tahu apa yang sedang terjadi. Saat itu, ia melihat kerumunan warga yang didominasi kaum ibu sudah berkumpul di depan warkop itu.

Di dalam warkop, ia juga melihat dua orang oknum polisi. Seorang berpakaian dinas polisi lengkap, sedang mengutak-atik satu unit mesin judi jackpot. Sedangkan rekannya terlihat mengenakan pakaian kaos singlet dan celana dinas polisi.

“Mau ngapain pak? Mau ngangkat jackpot ya?,” tanya Helen saat itu kepada salah satu oknum polisi. “Tidak, saya cuma mau nemui mamaku (paman),” ujar Helen menirukan jawaban salah satu oknum polisi yang belakangan diketahui bermarga Purba didampingi rekannya yang juga oknum polisi bermarga Sidauruk.

Helen lantas mengingatkan oknum polisi itu untuk tidak melakukan aktifitas yang memicu keributan sehingga mengganggu warga setempat. Pasalnya, sesuai informasi yang ia terima dari warga, kedua oknum polisi itu sering datang ke desa itu dan dicurigai kerap menggelar pesta sabu di rumah salah satu warga.

Dikatakan, warga juga mencurigai kedua oknum polisi itu kerap melakukan transaksi narkoba di dalam warkop yang dicurigai sebagai markas sabu itu. Menurut warga, kata dia, di lantai dua warkop itu kerap terdengar suara dentuman musik yang cukup keras hingga pukul 04.00 WIB dinihari.

“Karena curiga, malam itu juga warga langsung melaporkan kedua oknum polisi itu ke Kapolres Karo. Warga sudah cukup resah sama polisi itu. Kadang mereka datang empat orang dan sering juga mereka bawa mobil dinas polisi,” sebut Helen sesuai info dari warga.

Dikatakan, saat menunggu kehadiran Kapolres Karo, ia lantas kembali melanjutkan acara di rumah keluarganya. “Setelah kutinggal, situasi langsung memanas karena kedua oknum polisi itu melayangkan sikap protes kepada warga. Makanya situasinya makin keruh,” kata Helen.

Aksi protes oknum polisi itu lantas memicu kemarahan warga. Kehadiran warga yang semakin ramai, membuat kedua oknum polisi itu ketakutan dan langsung melarikan diri dengan berpencar. Melihat itu, warga lantas mengejar kedua polisi itu.

Saking takutnya, oknum polisi bermarga Sidauruk sempat berlari memasuki kamar tidur di rumah warga. Dalam keadaan terdesak, ia sempat mendapat beberapa kali pukulan. Namun, ia masih beruntung dan dapat lolos usai diselamatkan rekannya yang merupakan warga setempat.

Lebih lanjut dikatakan, saat kedua polisi itu kabur, warga sempat mendengar suara tembakan pistol sebanyak dua kali. “Beberapa warga mengaku sempat mendengar dua kali suara letusan pistol,” ungkap Helen.

Selang beberapa saat, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan bersama puluhan personil Polres Karo tiba di lokasi. Personil polisi langsung menggeledah warkop tersebut. Benar saja, polisi menemukan 1 buah plastik bening dan 1 set bong di lorong yang terletak di samping warkop.

Meski demikian, Kapolres Karo menyebut kedua benda yang ditemukan itu tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti untuk melakukan penahanan terhadap kedua oknum polisi tersebut. Alasannya, kedua barang tersebut sudah dalam kondisi kering dan usang.

“Sudah kita geledah rumah yang dituduhkan sebagai tempat transaksi narkoba. Mesti ditemukan 1 buah plastik bening dan bong, tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti, karena alat tersebut sudah kering dan usang,” sebut Victor kepada ratusan warga malam itu saat menggelar pertemuan di Jambur Desa Beganding terkait peristiwa itu.

Untuk menguatkan tuduhan terhadap kedua oknum polisi itu, Kapolres Karo meminta kepada warga untuk bersedia menjadi saksi mata, bagi yang pernah melihat kedua oknum polisi itu menggelar pesta sabu.

“Kami minta kepada warga untuk siap menjadi saksi, agar kami bisa melakukan penindakan terhadap dua orang oknum polisi yang diduga melakukan transaksi narkoba dan pesta sabu. Kalau tidak ada saksi, kedua oknum polisi itu akan kami tindak sesuai aturan disiplin Polri,” kata Victor.

Sementara, Ketua BPD Beganding, Helen Ria br Bangun menambahkan, siapa saja yang datang ke desanya wajib dipertanyakan. Baik kepada warga pendatang, bahkan oknum polisi. Hal itu mengingat maraknya peredaran narkoba di desa tersebut belakangan ini, yang telah meresahkan warga desanya.

“Kita sudah berulang kali mengadakan sosialisasi untuk pemahaman dan perlawanan terhadap narkoba, kita bekerja sama dengan beberapa pihak. Informasi warga, desa ini sudah dijadikan sebagai pusat transaksi narkoba,” tutup Helen.PARDI SIMALANGO
sumber: sumutberita

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *