BAYI “RAKSASA” LAHIR DI PEKANBARU

PEKANBARU, KOMPAS.com — Pasangan Harli Prasetio dan Mulyaningsih begitu gembiranya dengan kehadiran anak keempat mereka ini. Pasalnya, bobot dari bayi yang baru lahir pada Jumat (26/4/2013) pukul 10.30 WIB ini mencapai 5,99 kilogram, sedangkan panjangnya 58 sentimeter atau sama dengan usia bayi empat bulan. Melalui proses operasi caesar, bayi raksasa ini lahir dengan kondisi sehat, begitu juga ibunya meskipun masih dalam pengawasan tim medis.

“Awalnya saya takut dan bercampur aduk sebelum istri saya melahirkan, karena memang saat USG terakhir itu, kata dokternya anak saya beratnya 5 kiloan. Karena bobot yang besar, akhirnya melalui proses operasi caesar,” ujar Harli Prasetio kepada Tribun saat ditemui di RS Syafira tempat istrinya melahirkan Jumat (26/4/2013).

Terpancar wajah kegembiraan dari muka sang ayah yang saat itu memandangi putra keempatnya itu. Sebab, rasa takut yang sebelumnya dirasakannya berubah menjadi rasa senang karena kehadiran bayi dengan bobot yang langka.

“Kalau sekarang pastinya senang banget dengan kehadiran anak keempat saya ini, apalagi dia sehat dengan bobot yang besar seperti ini,” ujar Harli.

Saat mengandung bayi dengan bobot raksasa tersebut, Mulyaningsih setiap hari biasanya menghabiskan empat liter air mineral kemasan botol. Aktivitas itu rutin dilakukan ibu tiga anak ini sejak usia kandungan masih muda.

“Istri saya itu selalu minum air mineral dalam kemasan botol setiap harinya lebih dari empat liter, kalau minum es kayaknya enggak,” ujar Harli saat ditanya jika ibu bayi ini biasa minum air es.

Memang, bobot ibu bayi raksasa ini juga bisa dikatakan memiliki bobot obesitas karena memiliki berat badan 118 kilogram sehingga bisa juga diyakini pengaruhnya karena faktor gen dari sang ibu.

“Anak saya ketiga juga bobotnya besar mencapai 5 kilo, memang ibunya besar,” kata Harli.

Sementara itu, sang bayi raksasa tersebut masih menjalani pengawasan di ruang observasi bayi di Rumah Sakit Syafira. Adapun ibunya masih menjalani perawatan lanjutan di ruang poli karena masih dalam pengawasan tim medis pascaoperasi.

Sementara itu, dokter yang menangani proses kelahiran bayi raksasa tersebut, dr H Khairul Nasir, saat dikonfirmasi Tribun mengatakan, di RS Syafira dan Pekanbaru baru pertama kali bayi lahir dengan bobot hampir mencapai 6 kilogram.

“Saya baru pertama kali menangani bayi seberat ini, dan saya rasa memang di Pekanbaru, ini paling besar bayi yang lahir,” ujar Khairul Nasir kepada Tribun, Jumat.

Menurut dokter, saat ini kondisi ibu dan anak dalam keadaan sehat. Hal itu bisa dilihat dari tangisan si bayi yang terdengar keras. Kemudian indikasi diabetes yang diderita sang ibu juga tidak terdeteksi sehingga dokter menyimpulkan keadaan keduanya sehat.

“Bayi lahir dalam keadaan besar itu kemungkinan faktor penyakit gula di dalam tubuh ibunya, konsumsi makan ibu yang berlebihan dan keturunan keluarga memang besar-besar,” ujar Nasir.

Selanjutnya, meskipun disimpulkan keadaan bayi sehat, tetapi pihak dokter masih menunggu sang bayi untuk diobservasi selama empat hari di RS. “Kita lihat perkembangan beberapa hari ke depan, tapi memang saat ini kondisinya normal dan sehat,” ujar Nasir.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *