POLISI REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN 8 WARGA NEGARA MYANMAR

Belawan-andalas Penyidik Reskrim Polres Pelabuhan Belawan merokonstruksi bentrokan di Rumah Detensi Imigrasi Medan (Rudenim) yang menewaskan 8 warga Myanmar di Mapolres Pelabuhan Belawan, Selasa (23/4).

Dalam rekontruksi terlihat tiga wanita diduga korban pelecehan seks mengadu ke salah seorang ustad sesama Rohingnya yang disetujui sebagai panutan di antara mereka.

Pada saat kejadian, sekira pukul 22.00 WIB sejumlah Rohingnya berkumpul di lantai dua bertemu dengan ustad ternyata membicarakan pembantaian terhadap warga Myanmar.

Kesepakatan Rohingnya itu harus menghabisi nyawa 11 warga Myanmar itu karena sudah berprilaku jahat terhadap tiga wanita Rohingnya. Satu per satu warga Myanmar ini dipaksa masuk ke dalam sebuah kamar di lantai II di Rudenim.

Setelah 8 orang sudah berada di dalam kamar itu Rohingnya melakukan pembantaian hingga yang 8 orang itu tewas dengan menggunakan berbagai benda yang ada.

Wartawan tidak mengetahui secara jelas jumlah adegan yang rekonstruksi karena rekonstruksi dilakukan secara tertutup. Dalam rekonstruksi polisi juga hanya menghadirkan 17 pelaku.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yudi Frianto ketika dikondirmasi terkait tidak diperbolehkannya wartawan ke lokasi rekonstruksi mengatakan, untuk menjaga keamanan dan tidak ada maksud lain.

Namun Yudi menjelaskan bahwa motif dari persitiwa itu dilatarbelakangi pelecehan seksual yang dilakukan warga negara Myanmar terhadap tiga wanita Rohingya. (DP)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *