DINAS PKD PEMKAB DELI SERDANG SARANG ‘PERAMPOK’

Lubuk Pakam-andalas Masyarakat dan para wajib pajak (WP) di Deli Serdang diimbau, supaya hati-hati saat membayar pajak daerah ke Dinas Pengelolaan Kuangan Daerah (PKD) Pemkab Deli Serdang. Pasalnya, bertabur oknum ‘perampok’ pajak daerah dari sektor rumah makan dan pajak reklame, mengatasnamakan instansi ini untuk menarik pajak dari para WP.

Sementara pajak yang dibayarkan para WP tidak masuk ke kas daerah. Sehingga WP harus membayar dua kali karena diangap menunggak. Modus yang dilancarkan para oknum petugas tergolong rapi dengan menerbitkan kuitansi tanda terima pajak daerah yang disetorkan wajib pajak lengkap dibubuhi tanda tangan dan stempel Dinas PKD yang sepintas kelihatan asli. Namun pajak yang sudah diterima dari para wajib pajak itu, oleh oknum pegawai dinas ternyata tidak disetorkan ke kas daerah.

Hal itu diketahui setelah beredarnya surat teguran dari pihak dinas terhadap para WP yang menyatakan terjadi pengunggakan pajak. Seperti dialami Hj Nurkinta Saragih seorang pengusaha SPBU di Desa Pagar Jati Lubuk Pakam.

Kepada andalas, kemarin, dia menyebutkan, pihaknya telah membayar pajak reklame SPBU untuk tahun 2012 sebesar Rp 2.212.500, tertanggal 10 Mei 2012 silam yang disetorkan kepada Kabid Pendataan Dinas PKD berinisial IK SSos.

Oleh oknum IK, diterbitkanlah tanda bukti penerimaan pajak berkop surat Dinas PKD nomor register 73/Rekl/DPKD/2012. Dengan ayat penerimaan 4.1.104.01 dibubuhi tanda tangan dan stempel dinas. Namun tidak diduga pengusaha ini mendapat surat dari PKD yang isinya pemberitahun penunggakan pajak reklame pada tahun 2012.

Sontak surat pemberitahuan itu, membuatnya terkejut dan langsung mendatangi Dinas PKD dengan membawa bukti setoran pajak. Setelah dipertanyakan kepada petugas di kantor PKD DS, pihak PKD menyatakan, pajak yang dibayarkan wajib pajak tidak disetorkan oknum IK ke kas daerah. Sehingga pihak dinas tetap menyatakan wajib pajak masih menunggak.

Kepala Dinas PKD Deli Serdang, Hasbi Budiman yang dikonfirmasi andalas, Selasa (23/4) melalui Kabid pendapatan M Hammaryan Ritonga membenarkan, pajak reklame tahun 2012 yang dibayarkan Hj Nurkinta Saragih tidak disetorkan oknum IK ke kas daerah, kala menjabat Kabid Pendataan. Karena tidak disetorkan ke kas sehingga tidak dapat diterbitkan Surat Ketetapan pajak (SKP) kepada para wajib pajak.

Dijelaskan, sejak dirinya dipercaya sebagai Kabid Pendataan, pihaknya telah menemukan setidaknya 50-an pengusaha yang komplain tentang pembayaran pajak reklame dan restoran.  Semua pajak yang diterima dari para wajib pajak ditilap habis, dan tidak disetor ke kas daerah. Sedikitnya terdapat enam staf di dinas itu, melakoni permainan mafia yang kerjanya ‘merampok” uang negara dari sektor pajak.

Keenam oknum tersebut, masing-masing memiliki kop surat dan stempel dinas, bahkan SKP juga dipalsukan. “Ada enam orang staf di sini yang kerjanya hanya merampok pajak daerah, tetapi mereka sudah dimutasi ke instansi lain,” jelas Hammaryan.

Sejatinya, proses pembayaran pajak yang sah, kata Hammaryan, Dinas PKD menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) kepada para WP, lalu WP menyetorkannya ke bank yang ditunjuk, kemudian Slip pembayaran dari bank diserahkan ke PKD, baru diterbitkan SKP-nya.”Kalau ada oknum meminta pembayaran langsung jangan dilayani itu mafia,” tegasnya.

Terkait kerugian dialami para wajib pajak, Hammaryan menyarankan agar para wajib pajak yang merasa dirugikan segera melaporkankannya ke pihak berwajib. Karena tidak mungkin pihaknya bisa menarik uang yang disetorkan para wajib pajak itu dari oknum-oknum tersebut. Terlebih mereka sudah dimutasikan ke instansi lain. “Laporkan saja ke Tipikor agar diproses secara hukum,” imbaunya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Deli Serdang, H Zainuddin Mars mengimbau kepada para wajib pajak yang dirugikan oknum-oknum ‘perampok’ di Dinas PKD Deli Serdang, segera melaporkannya ke pihak kepolisian. “Aksi seperti ini sudah merampok, namanya bukan lagi mencuri. Rakyat dan negara sudah dirugikan,”tegasnya.(TH)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *