PENCURI IKAN HARUS DIANGGAP KEJAHATAN LUAR BIASA

JAKARTA (Antara): Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, mengatakan kejahatan pencurian komoditas perikanan di kawasan perairan Indonesia harus dianggap sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Disebutkan Sharif Cicip Sutardjo, di Jakarta Minggu (21/4), penangkapan ikan secara legal (illegal fishing) dan penangkan ikan secara merusak (destructive fishing) harus dipandang sebagai extraordinary crime. ‘’Karena secara nyata telah mengakibatkan kerusakan sumber daya kelautan,’’ katanya.

Praktik tersebut, lanjutnya, juga telah berdampak kerugian yang sangat besar jumlahnya. Baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi masyarakat. Bahkan selama 2012, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memeriksa 4.326 kapal perikanan. Dari jumlah itu, 112 kapal yang ditangkap karena diduga melakukan tindak pelanggaran. Terdiri atas 70 kapal ikan asing dan 42 kapal ikan Indonesia.

Katanya, selama delapan tahun terakhir KKP telah memeriksa 20.064 kapal perikanan. Dari jumlah itu, yang telah ditindaklanjuti ke proses hukum mencapai 714 kapal. Sementara kapal perikanan asal Indonesia yang diduga melakukan illegal, unreported, & unregulated fishing sebanyak 563 kapal.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, untuk memaksimalkan upaya pemberantasan IUU Fishing, KKP telah melakukan sinergi yang kuat dengan instansi terkait seperti TNI AL, Polri, Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

Kerja sama yang telah dilaksanakan Ditjen PSDKP secara rutin adalah pelaksanaan patroli bersama TNI-AL, Polri dan Bakorkamla (Badan Koordinasi Keamanan Laut). Sedangkan kerja sama dengan Kejaksaan Agung RI untuk menyiapkan Jaksa Penuntut Umum tindak pidana perikanan.

“Kerja sama dengan Mahkamah Agung RI untuk pembentukan Pengadilan Perikanan sekaligus menyiapkan Hakim Ad Hoc yang bertugas mengadili para pelaku Illegal fishing dan destructive fishing,” katanya.
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *