TARIF CEWEK DARI RP300 RIBU – RP800 RIBU

Anggota Dewan Kawin Kilat dengan 9 ABG

Lia mengaku mengenal Hasan dari seorang kenalannya yang juga penyedia perempuan untuk teman kencan. Teman Lia tersebut bernama Ira. Dari perkenalan itu, Lia sering mendapat order mencarikan perempuan yang masih belia. Awalnya, Lia tidak langsung menyediakan ABG. Dia mengaku pernah tiga kali menawarkan tiga remaja yang usianya disebut sudah lebih dari 20 tahun. Perempuan itu adalah Lina, Wulan, dan Fera. Tiga perempuan tersebut pernah diajak berkencan oleh Hasan dan masing-masing dibayar Rp 300 ribu.

Setelah disediakan remaja, Hasan mulai mencari sensasi lain. Dia meminta dicarikan teman kencan yang masih pelajar. “Awalnya saya ya hanya menjanjikan. Tapi, kemudian keponakan saya bilang butuh uang. Akhirnya, dia saya tawari untuk menemani Hasan karaoke,” ungkap Lia.

Lia selama ini memang tinggal serumah dengan korban Hasan lainnya, yakni SDH (16). ABG itu merupakan keponakan Lia dan selama ini tinggal serumah dengan neneknya. “Ketika saya tawari, saat itu juga ada nenek saya. Dia (SDH) maupun nenek saya tidak berkeberatan,” ujarnya.

Kepada Lia, SDH mengaku butuh uang Rp 800 ribu untuk biaya seragam sekolah. Saat SDH menyanggupi tawaran, Lia pun menghubungi Hasan. Dari situ, ternyata Hasan tidak ingin sekadar mengajak SDH menemani karaoke. Dia ingin mengajak SDH berkencan di hotel. ABG itu pun diajak ke Hotel Pasar Besar. Sebelum masuk pelataran hotel, di dalam mobil, SDH diajak nikah. Pernikahan itu disebut SDH juga melibatkan penghulu.

Dari dua mucikari itu, polisi masih menelusuri adanya pemasok perempuan lain ke Hasan. “Kami menduga dua mucikari tersebut bukan satu-satunya yang menyediakan perempuan kepada tersangka. Kami masih menelusuri adanya keterkaitan mucikari lain,” tegas Kanit Kejahatan Umum (Jatanum) Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu M.S. Feri.

Dugaan yang disampaikan alumnus Akpol 2007 itu, antara lain, didasarkan pada pengakuan Lia yang mengenal Hasan dari seorang temannya sesama mucikari. “Bisa jadi, dari mucikari lain, tersangka tidak menemukan perempuan yang dia inginkan, sehingga mencari ke mucikari lain lagi,” katanya.

Mengenai Penghulu, Feri menyatakan sudah mengantongi identitasnya. Dia yakin dalam waktu dekat bisa menemukan.

Hasan Ahmad membenarkan kawin kilatnya dengan para ABG. Di kalangan ABG yang pernah dikencaninya, dia menggunakan nama Ihsan. Namun, di kalangan masyarakat Sampang, dia dikenal dengan nama Ra Hasan. Gelar di depan nama Hasan itu memang menunjukkan ketokohannya. Dia memang dikenal sebagai anak ulama terpandang di Madura.

Rabu siang Hasan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subnit Vice Control Unit Kejahatan Umum Satreskrim Polrestabes Surabaya. Usai diperiksa, Hasan menuju ke ruang Kasubnit Vice Control Iptu Iwan Hari Purwanto. Di ruang itu dia tampak menikmati tayangan TV kabel sembari sesekali menyeruput kopi yang disediakan Iwan.

Menurut Hasan, apa yang dilakukannya bukan termasuk zina. Sebab, dia selalu mengajak nikah pasangan kencannya. Nah, untuk keperluan itu, dia selalu meminta temannya yang dianggap mengerti agama agar menjadi kadhi nikah (penghulu). “Saya juga tidak memaksa kok. Yang tidak mau saya nikahi, ya tidak saya ajak ke hotel,” terangnya.

Hal itu pula yang terjadi pada perceraian dengan ABG-ABG yang dikencaninya. “Saya tidak serta merta menceraikan. Kalau minta tidak ada hubungan lagi, ya sudah, saya ceraikan. Itu buktinya ada yang belum saya ceraikan,” ujarnya.

Salah seorang korban Hasan, SDH, 16, memang mengaku tidak pernah ditalak oleh Hasan. Namun, SDH tidak memedulikan statusnya dengan Hasan. Sebab, ABG lugu itu juga menilai bahwa pernikahannya hanya main-main. (gun/c5/nw).
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *