SERAPAN PUPUK UREA SUBSIDI SUMUT CAPAI 52%

MedanBisnis –Medan. Hingga 17 April 2013, realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di tingkat petani Sumatera Utara (Sumut) mencapai 7.312,80 ton atau berkisar 52% dibanding target alokasi berdasarkan SK Gubsu sebanyak 14.135 ton.
Kepala Pemasaran Wilayah Sumut PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Pendi Effendi Rachmat mengatakan, serapan yang paling banyak terjadi di Kota Tebingtinggi mencapai 950 ton atau 127% dari kuota sebanyak 749 ton. Kemudian disusul Kabupaten Deliserdang sebanyak 846 ton atau 115% dari kuota sebanyak 738 ton. Selanjutnya, Padang Lawas sebanyak 328,4 ton (113%), Pakpak Bharat 200 ton (108%) dan Kabupaten Karo sebanyak 1.348,90 ton (106%).

“Realisasi yang serapannya rendah juga ada, seperti Kabupaten Asahan hanya berkisar 25 ton atau 4 persen dari kuota SK Gubsu sebanyak 640 ton. Kemudian, Tapanuli Utara hanya 103 ton atau 17% dari 618 ton serta Kabupaten Samosir hanya berkisar 28 persen atau 100 ton dari SJ Gubsu sebanyak 353 ton,” kata Pendi kepada MedanBisnis, Jumat (19/4) di ruang kerjanya, Jalan Gajah Mada, Medan.

Tidak hanya itu, lanjut Pendi, ada juga beberapa daerah yang sama sekali belum melakukan penebusan sepanjang April tepatnya hingga 17 April 2013.  Sebut saja, seperti Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Tanjungbalai, Siantar, Humbang Hasundutan, Nias Barat, Nias Utara dan Gunung Sitoli.

Banyak alasan kenapa penebusan tidak dilakukan, diantaranya karena daerah tersebut belum memasuki masa tanam atau penanaman sudah berlangsung atau juga sedang menunggu masa panen. “Biasanya, serapan tinggi bila masa tanam berlangsung. Dan, masing-masing kabupaten atau daerah memiliki masa tanam yang berbeda atau tidak serentak masa tanamnya,” sebut Pendi.

Inilah, lanjut Pendi, yang membuat serapan di masing-masing daerah berbeda, ada yang sudah melebihi SK GUbsu, ada yang masih sedikit bahkan ada yang sama sekali belum menebus pupuk urea tersebut. Begitupun, pihaknya optimis sisa bulan April yang masih ada beberapa hari lagi akan ada penebusan dari petani melalui distributor dan kios yang telah ditunjuk sebagai penyalur resmi pupuk bersubsidi.

Terhadap stok pupuk urea bersubsidi, menurut Pendi, mencapai 29.465,20 ton yang tersebar di 9 gudang PIM, yakni Kota Bangun sebanyak 3.531,45 ton, Pematangsiantar 4.256,65. Karo 3.517 ton, Rantau Prapat 2.552 ton, Balige 2.521,60 ton, Padangsidempuan 2.352,40 ton, Asahan 1.067,20 ton, Sidikalang 473 dan Gudang Bahari sebanyak 9.194 ton.

“Stok pupuk ini cukup untuk beberapa bulan ke depan dalam memenuhi kebutuhan urea bersubsidi di petani Sumatera Utara. Jadi, tidak perlu ragu karena PT PIM juga sudah menyiapkan urea bersubsidi sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan sebanyak 160.000 ton untuk tahun 2013 ini,” kata Pendi.

Langkat Baru 13%
Sementara di Kabupaten Langkat, sejak Januari hingga Maret 2013, penyaluran pupuk bersubsidi baru mencapai 13% dari total kebutuhan pupuk 22.916 ton atau sekitar 3.044 ton.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Langkat, Khairil Kencana kepada MedanBisnis, Jumat (19/4) di Stabat mengatakan, untuk pupuk urea yang disalurkan 1.527,46 ton, SP 36 sebanyak 361 ton, ZA 406 ton, NPK 749,5 ton, sementara untuk pupuk organik belum ada penyerapannya.

Sedangkan kebutuhan sekarang ini untuk pupuk urea sekitar 10.832 ton, SP 36 sebanyak 3.345 ton, ZA 1.987 ton, NPK 4.373 ton dan pupuk organik 2.289 ton.

Terhadap penyerapan pupuk bersubsidi yang masih kecil dibandingkan dengan pertanaman padi tahun 2013, menurut Khairil diakibatkan masih banyaknya sisa pupuk tahun 2012 lalu.
Namun demikian kata dia, stok pupuk tersebut akan dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produksi pertanaman periode tanam April hingga Juli mendatang.

Staf Ketahanan Pangan Syahruddin mengungkapkan, instansinya terus mendorong petani agar memanfaatkan segara mungkin pupuk bersubsidi yang ada.  (junita sianturi/reza fahlevi )
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *