PERBEDAAN HARGA PREMIUM AKAN TIMBULKAN MASALAH BARU

MedanBisnis – Medan. Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (UMSU) Faisal Hamid mengatakan, harga ganda premium akan menambah biaya operasional bagi para pengusaha. Namun, kenaikan tersebut hanya untuk kepentingan nasional.
“Ini memang mengurangi tekanan terhadap anggaran negara. Tetapi, jika  kenaikan BBM yang menerapkan dua harga kepada masyarakat saya rasa tidak efektif. Harga Rp 6.500 untuk mobil plat hitam justru akan menimbulkan persoalan baru,” kata Faisal, Kamis (18/4) di Medan.

Kalau memang pemerintah hendak menaikkan harga BBM menurut Faisal naikkan saja tetapi jangan membeda-bedakannya. Karena akan membuat repot para petugas SPBU, juga masyarakat pengguna. “Kenaikan premium  tidak akan berpengaruh besar bagi para pengusaha. Sebab, biaya operasional yang membengkak dapat diatasi dengan menaikan harga hasil usahanya. Jadi, saya rasa percuma jika kenaikan harga premium harus ada pembedaan,” katanya lagi.

Begitupun, kata Faisal, pemerintah harus betul-betul melakukan pengawasan yang ketat terhadap pihak-pihak terkait yang akan mencari keuntungan dari dua harga premium tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Medan, A Hie, mengatakan kenaikan BBM terutama untuk premium dan perbedaan harga tersebut belum tentu dapat dijalankan dengan mulus.

“Memang keputusan semua ada di tangan pemerintah, tetapi pemerintah harus bisa bertanggung jawab bila terjadi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Jika pemilik mobil itu secara tidak langsung diasumsikan sebagai pengusaha atau pemilik modal, pastinya mereka tidak akan mau rugi dengan kenaikan harga premium ini. Maka, mau tidak mau sebagai pengusaha mereka akan menaikkan harga.” Katanya, Jumat (19/4).

Senada, wakil ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif Kadin Sumut, Ichsan Taufiq, Jumat (19/4) mengatakan, kebijakan ini kemungkinan tidak berdampak terhadap pelaku usaha kecil. Sebab pengusaha kecil lebih memakai kendaraan roda dua dari pada mobil plat hitam. “Yang perlu diwaspadai adalah terjadinya spekulasi terhadap BBM dari sekarang hingga Mei nanti,” jelasnya.

Karena itu lanjut dia, perlu diwaspadai spekulen dalam rentang waktu hingga ditetapkannya kebijakan, karena ini akan menjadi celah bagi pihak yang tidak bertanggungjawab. “Bisa  saja akan terjadi penimbunan BBM supaya mereka mendapatkan keuntungan saat harga ditetapkan. Hal seperti ini sering kita saksikan. Jadi, pengontrolan itu penting khususnya pemerintah. Karena sebagus apapun kebijakan itu jika tidak disertai pengawasan kesalahan yang sama akan terulang kembali,” jelasnya.

Rencana pengurangan subsidi BBM premium sepertinya belum berdampak pada kenaikan harga sembako di pasar tradisional. Dari pantauan MedanBisnis dalam dua hari ini, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Pasar Simpang Limun dan Pasar Sambu Medan  masih stabil.

Menurut sejumlah pedagang harga masih stabil dalam dua bulan ini dan mereka belum mendapat kabar akan ada kenaikan barang. “Saya belum mendengar ada wacana dari distributor tentang kenaikan harga sembako, masih normal-normal saja. Tapi, saya berharap dampaknya tidak merembet terhadap barang kebutuhan sebab kami akan kesulitan menjualnya,” ujar Irwan, pedagang di pasar Simpang Limun Medan, Jumat (19/4). ( cw 02)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *