KUALITAS UDARA DI MEDAN KATEGORI SEDANG

Medan, (Analisa).Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan, Ir Arief Tri Nugroho mengatakan kualitas udara di Medan masuk kategori sedang dengan rentan nilai 51-100. Artinya, tingkat udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sentisif dan nilai estetika.

“Penilaian ini berdasarkan laporan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan paramater partikulat (PM10), Karbon Monoksida (C0), Sulfur Dioksida (SO2), Nigrogen dioksidar (NO2) dan Ozon (O3),” kata Arief kepada Analisa, Selasa (16/4).

Dia menegaskan, dalam penilai ISPU ada empat kategori. Pertama, baik. Artinya, kualitas, udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan bangunan ataupun nilai estetika. Kedua, Sedang. Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.

Ketiga, tidak sehat. Artinya, tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika. Keempat, Sangat Tidak Sehat. Artinya, tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Dari kategori penilai ISPU ini, lanjut Arief di Medan sejak tahun 2002 hingga sekarang kualitas udara tidak baik hanya 3-4 dari 365 hari se tahun. “Itu terjadi ketika udara di Medan biasa pada musim panas,” katanya.

Dia menambahkan, di Medan untuk memonitoring kualitas udara ada Public Data Displays yakni di Bundara SIB Jalan Gatot Subroto Medan, Simpang Jalan Pemuda-Jalan Palangmerah Medan, dan Simpang Jalan Pattimura/Jalan Iskandar Muda Medan.

Selain itu, di Medan juga ada FIX Stasion yakni MEF 1 di Kantor Koramil Pembantu KIM, MEF 2 di Taman Air Macur Depan Stadion Teladan, MEF 3 di Kantor Dinas Kebersihan Kota Medan dan MEF 4 Camat Medan Tembung.

Pantaun IPAL

Arief menambahkan, BLH Kota Medan dalam tupoksi terus melakukan pengawasan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) hotel dan rumah sakit.

“Sudah ada 22 rumah sakit dan 46 hotel yang kita awasi. Dari pengawasan tersebut ditemukan ada rumah sakit yang IPAL tidak baik sehingga perlu dibimbing dan dibina karena memang mereka harus melaporkan secara rutin setiap 6 bulan. Pengelolaan limbah harus memenuhi baku mutu sesuai peraturan,” katanya. (maf)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *