GATOT: HARGA MATI BAGI SUMUT MILIKI SAHAM

Inalum Jadi BUMN

MedanBisnis – Medan. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho mengatakan harga mati bagi Sumut untuk memiliki saham di PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang pada Oktober 2013 menjadi badan usaha milik negara (BUMN) ke-143.
“Yang  jelas pertemuan terakhir provinsi dan 10 daerah lingkar Inalum bahwa kepemilikan saham di Inalum adalah harga mati,” tegas Gatot menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Parpurna LKPj di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (18/4).

Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskhan mengatakan, Inalum pada Oktober 2013, sudah menjadi BUMN yang ke-143, dimana sahamnya 100% dikuasai begara.

Jika itu yang terjadi, kata Gatot, jelas telah menciderai semangat daripada Provinsi Sumut yang berkeinginan memiliki saham di industri pembuat dasar alumunium tersebut. “Bahwa kemudian kita (Sumut dan 10 daerah lingkar Danau Toba), sudah sepakat dengan kepemilikan saham itu,” katanya.

Gatot punya alasan keinginan kepemilikan saham tersebut. Selain karena menjadi penghasil bahan baku allumunium dan tempat operasi perseroan, juga karena minimnya selama ini manfaat yang diterima dari perusahaan perkebunan.

“Aset utama Sumut adalah perkebunan. Dari situ, sangat tidak maksimal kita terima manfaatnya dari pusat. Bahwa kemudian Inalum juga mau semua sahamnya dimiliki pusat, kami kira jangan lagilah. Sekali lagi bahwa semangatnya, kita ingin ada di kepemilikan saham itu,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Anggota DPD RI asal pemilihan Sumut, Parlindungan Purba mendukung penuh keinginan Sumut memiliki saham di Inalum. “Pasti, pasti dong. DPD kan sudah bisa buat Undang-undang. Kita bisa atur di sana,” kata Parlindungan.

Namun sebelumnya, harapan kepemilikan saham datang dari Menteri Perindustrian MS Hidayat. Mantan Ketua Umum Kadin Pusat ini kemarin, membenarkan Sumut mendapatkan andil dari kepemilikan saham oleh negara itu.

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD Sumut, Hj Meilizar Latief menyarankan agar Pemprovsu maupun 10 kabupaten/kota lingkar Inalum mempersiapkan segala sesuatunya jika ingin terlibat dalam kepemilikan saham.

“Tidak hanya dana, tetapi juga kesiapan dari sisi kajian soal rencana apa mau dibuat atau peran apa yang ingin ditunjukkan untuk memajukan Inalum. Jangan hanya mau memiliki saham, tetapi sanggup nggak Sumut ini untuk mengembangkan Inalum. Emang Kontribusi apa yang akan diberikan,” ujarnya.

Sekali lagi, kata politisi Partai Demokrat ini, Pemprovsu dan 10 Pemkab/Pemko lingkar Inalum, harus benar-benar siap. “Ini perusahaan raksasa. Jangan karena merasa bahwa Inalum beroperasi di Sumut lantas ikut di saham. Lakukan dulu dong kajian, mana perencanaannya, perngorganisasiannya. Siapkan dululah biar Sumut punya nilai tawar atau tidak sekedar mengemis,” tukasnya. (benny pasaribu)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *