2.907 HEKTARE LAHAN JERUK DI SIMALUNGUN WASPADA LALAT BUAH

MedanBisnis – Medan. Dari data yang ditemukan petugas Pengamat Hama di lapangan, lalat buah telah menyerang tanaman jeruk seluas 759 hektare di Kabupaten Simalungun. Akibatnya, dari 3.876 hektare lahan jeruk di Simalungun, yang mana 2.907 hektare merupakan lahan produktif saat ini ditetapkan waspada serangan lalat buah.
“Seluas 759 hektare lahan jeruk di  Simalungun terserang lalat buah dalam skala ringan,” kata Kepala UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (BPTPH Sumut), Bahrudin Siregar kepada MedanBisnis, Kamis (19/4) di Medan.

Menurutnya, serangan tersebut di antaranya terjadi di Kecamatan Raya, Kecamatan Pematang Silima Kuta, Kecamatan Silima Kuta. Dengan temuan tersebut, menurutnya, harus ada tindakan cepat sebagai langkah kewaspadaan dan antisipasi agar serangan tidak meluas.

Bahrudin, menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian  Simalungun dengan menggerakan petugas pengendali di lapangan agar terus mengamati serangan. Selain itu, juga mempersiapkan bahan dan alat pengendali.

Menurutnya, petani juga harus melakukan sanitasi dan memasang perangkap. “Bisa juga dengan atraktan atau musuh alaminya agar serangan bisa dikendalikan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya saat ini mengalokasikan lokasi tersebut dengan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tanaman (SLPHT). Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan petani bisa mengenal lebih dalam tentang cara pengendalian hama penyakit dengan benar dan efisien. “Kita juga mengusulkan ke Dirjen Hortikultura untuk membantu misalnya memberikan sarana dan prasarana pengendalian,” ujarnya. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

 

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *