DITINGGAL KE LADANG, RUMAH GURU SD HANGUS TERBAKAR

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR – Ramian br Situmorang (50) guru matematika di SD Negeri 126784 terpaksa kehilangan rumah kesayangannya. Pasalnya, saat guru SD ini pergi berladang ubi kayu yang berada di Tanjung Pinggir ini rumah kesayangannya yang berada di Jalan Medan Gang Inpres, Keluruhan Tanjung Tonga, Kecamatan Siantar Martoba hangus dilalap si jago merah, Rabu (17/4).

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan api disebabkan karena korsleting listrik yang berada dirumah Ramian boru Situmorang yang merupakan guru matematika ini. “Kali pertama sebelum terjadi kebakaran, saya melihat ada bau asap yang keluar dari rumah guru SD itu. Namun saya belum merespon dan tidak berpikir akan terjadi kebakaran. Namun lama kelamaan asap semakin tebal dan mengepul. Mulai dari situ saya dan warga sekitar langsung berusaha memadamkan api setelah mengetahui rumah guru SD tersebut terbakar,”kata Agus (45) warga sekitar.

Ia menyatakan mengetahui ada kebakaran pihaknya dan warga setempat langsung berusaha memadamkan api karena takut apinya langsung menyebar kerumah yang lain karena tidak ada jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya. “Rumah saya persis disamping rumah Ramian bang, makanya saya langsung memadamkan api yang sudah mulai berkobar sembari warga lain menghubungi pihak Damkar,”ujarnya seraya menyatakan pihak damkar datang kelokasi sekitar setengah jam setelah kejadian.

Menurut pantauan Tribun dilapangan, sekitar 4 unit mobil damkar langsung turun dan turut memadamkan api yang melalap rumah Ramian dan Leo Simatupang (45). “Api berhasil dipadamkan sekitar setengah jam,”kata Agus.

Sementara itu, Ramian guru SD yang berstatus janda saat dijumpai dilokasi kejadian terlihat murung karena rumahnya terbakar dan seakan tidak percaya. “Saya tidak percaya rumah kesayangan saya terbakar saat saya pergi berladang usai mengajar di SD 126784,”katanya seraya mengusap air matanya yang sudah basah menangisi rumahnya yang tinggal puing-puing itu.

Ia mengaku sedih karena dirinya melihat anaknya. Kesedihan itu berawal karena guru SD ini memikirkan ijazah anaknya Esra mulai dari SD sampai SMA hangus terbakar. “Saya sedih karena Ijazah anak saya tidak bisa diselamatkan. Itu yang saya sesalkan,”ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba AKP Mukson mengatakan, pihaknya dibantu personil Polres Siantar sudah menangani kejadian tersebut. Sementara waktu api di duga dari akibat arus pendek. Soal kerugian, kata Mukson, pihaknya belum dapat memastikan. “Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta,”ujarnya.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *