UANG RP 800 JUTA DIBERIKAN PT GP UNTUK PENGURUSAN TANAH MAKAM

MedanBisnis-Jakarta – KPK menangkap tujuh orang di rest area di Sentul Jawa Barat. Penyidik mengamankan uang Rp 800 juta dari PT Gerinda Perkasa (GP), yang diberikan kepada salah seorang staf pemkab Bogor untuk pengurusan lahan tanah yang akan dijadikan sebagai makam.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, tanah tersebut berada di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Tanah seluas sekitar 100 hektar tersebut rencananya akan ‘disulap’ menjadi area pemakaman elit.

Uang pengurusan diperlukan untuk memperlicin pengurusan tanah. Kabarnya, jika tidak ada uang pelicin, pengurusan izin tanah menjadi berbelit-belit.

Tujuh orang yang diamankan itu berinisial STT atau Sentot Direktur PT GP, kemudian supir STT. Selain itu ada seorang berinisial W atau Willy dari swasta tapi bukan berkaitan dengan PT GP. Kemudian, seorang berinisial N atau Nana yang ada kaitannya dengan PT GP.

Tak hanya itu, seorang Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Bogor bernama Usep, turut diamankan. Kemudian, supirnya W juga diamankan, dan seorang lainnya dari pihak swasta bernama Imam.

“Mereka ditangkap dan dibawa ke kantor KPK,” kata Jubir KPK Johan Budi, Selasa (16/4/2013).

Willy dan Sentot melakukan penyerahan uang Rp 800 juta kepada Usep. Begitu uang diterima oleh Usep, tim KPK bergerak dan melakukan penangkapan.

“Sekitar pukul 17.00 terjadi serah terima sejumlah uang dari STT dan N kemudian diberikan kepada U. Nama-nama yang saya sebut yang lainnya tadi juga ada di lokasi,” kata Johan.

Ketujuh pihak yang diamankan KPK, itu saat ini tengah dilakukan pemeriksaan. Statusnya masih terperiksa. “Satu kali 24 jam, baru nanti akan diputuskan status dari pihak yang diamankan penyidik KPK itu,” kata Johan. (dtc)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *