POLISI KANTONGI SATU NAMA PELAKU

Nenek Pikun Dirampok & Dibunuh

SIANTAR-PM : Jenazah Reida boru Simanjuntak (76) yang jadi korban perampokan dan pembunuhan telah dikebumikan di TPU Kel. Kristen, Kec. Siantar Selatan, Minggu (14/4) sore. Namun, hingga kemarin polisi belum juga berhasil membekuk pelakunya. Ditengah duka proses pemakaman itu, pihak keluarga sempat mendoakan Polres Siantar agar segera mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan yang tergolong sadis tersebut.

Amatan kru koran ini, hingga kemarin rumah duka di Jl. SM Raja, Kel. Bukit Sofa, Siantar Sitalasari masih dihadiri ratusan pelayat. Sejak malam hari telah dimulai acara adat sebelum dimakamkan. Sesuai permintaan Mangapul Siregar, putra semata wayang korban, pemakaman sengaja digelar Minggu (14/4), karena ia terhalang masalah pekerjaan di Palembang. Linangan air mata tak henti-hentinya mengiringi prosesi adat. Bahkan oleh keluarga, korban dikenal sebagai sosok orang tua yang tak mau menyusahkan putra-putrinya.

Karena itu pula, harapan lewat doa yang dipanjatkan pada detik-detik pemakaman, polisi dapat segera mengungkap kasus kematian istri kedua Dewasa Siregar itu. “Ini sudah empat hari lamanya. Wajar kita meminta hasil pengungkapan pihak kepolisian,” kata Sonang Sinaga, menantu korban.  Kata warga Parapat, Kec. Girsang Simpangan Bolon, Simalungun ini, polisi sudah mendeteksi cincin emas bermata permata di salah satu toko emas sekitar Pasar Horas. Temuan itu menurut keluarga jadi petunjuk awal untuk mengetahui identitas pelaku yang membunuh nenek 15 cucu itu.

Hasil perbincangan keluarga kemarin malam, mereka sepakat akan tetap memantau perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian. Karena hingga pemakaman, keluarga masih diselimuti kesedihan mendalam bercampur tanda Tanya siapa dalang dibalik kematian Reida yang dianggap ibu kandung dari ke enam putra-putrinya itu. Karena itu pula, segudang dugaan tertuju pada orang lain bahkan keluarga dekat. “Itu pula sebabnya, selain bersabar tetap meminta pihak aparat untuk segera mengungkapnya. Karena salah satu menantu korban juga anggota Polri,” kata Sonang menambahkan. Tepat pukul 17.00 WIB, peti jenazah Reida diberangkatkan menggunakan ambulance menuju TPU diringi rombongan baik dari keluarga maupun warga setempat.

>> Pelaku Masih Berkeliaran

Enam saksi yang sudah diperiksa pihak kepolisian tak lain warga sekitar yang mengetahui aktifitas terakhir korban. Karena itu pula beberapa warga lainnya merasa cemas selama pelaku belum terungkap. Beberapa diantara mereka juga menduga pelaku justru tidak asing bagi keluarga korban. “Siapa yang tak cemas, tiba-tiba surat panggilan datang kerumah untuk bersaksi seputar meninggalnya oppung itu,” kata Yudha (33) warga yang rumahnya tak jauh dari kediaman korban.  Tanpa menyebut nama siapa-siapa yang dipanggil sebagai saksi oleh pihak kepolisian, ia menyebut ada 25 pertanyaan yang diajukan penyidik. Beberapa pertanyaan mengarah pada orang dekat korban dan siapa saja orang yang pernah bertamu ke rumah. Selain itu latar belakang korban juga dipertanyakan hingga barang berharga yang melekat pada korban juga ditanyakan.

Begitupun, warga tetap saja penasaran terkait siapa pelaku yang dianggap sadis itu. Yudha mengamini pula tidak jarang kasus pencurian-pencurian kecil terjadi di sekitaran Jl. SM Raja atau Kel. Bukit Sofa itu. Bahkan pelaku tak lain orang dalam sendiri. Beberapa diantaranya pernah menjalani hukuman di Lapas dan belakangan sudah bebas. Sepengetahuannya, polisi sudah mulai mengarah pada orang-orang yang pernah terjerat hukum. “Saya juga mendengar dari beberapa warga. Karena cerita ini masih hangat dibicarakan baik diwarung-warung maupun setiap ada perkumpulan warga setempat,” kata Yudha lagi.

Terpisah, Joni Saragih selaku Ketua RT 11 di pemukiman korban saat ditemui, juga berharap hal serupa. Polisi harus segera mengungkap kasus tersebut. Kecemasan pada warga juga terasa selama kematian Reida istri kedua Dewasa Siregar yang juga sudah meninggal itu, belum terungkap. Sempat menyayangkan pula sikap korban yang memang sedikit keras. Pasalnya, beberapa kali dibujuk oleh Juniarta, putri korban untuk tinggal bersama. Namun korban lebih memilih tinggal sendiri karena masih bisa memenuhui kebutuhan sendiri. “Jelasnya polisi harus cepat bekerja mengungkap kasus itu. Warga memang sudah resah,” kata Joni.

Turut merasakan pula bagaimana duka mendalam yang dirasakan keluarga, terutama pada putra-putri korban. Harapannya, keluarga bisa percaya kepada aparat kepolisian dalam mengungkap kasus itu. Sehingga tidak menimbulkan persoalan lain yang bisa berdampak pada proses pengungkapan kasus tersebut.  Warga lainnya, Cardo (27) berharap polisi sudah bisa menjejaki tukang cat yang pernah bekerja di rumah korban. Sebab petunjuk itu sangat berharga untuk menjejaki siapa pelakunya. Namun segala halnya tidak tertutup kemungkinan hingga berbagai informasi bisa menjadi petunjuk. Mengamini pula seseroang terdekat sekalipun bisa “gelap mata” ketika melihat uang dan barang-barang berharga. “Bukan niat pelaku tapi karena ada kesempatan. Kata-kata ini benar kalau kita artikan,” kata Cardo.

Info yang dihimpun di Polres Siantar, satu nama tersangka saat ini sedang dalam pengejaran. Beberapa petunjuk sudah dikantongi hingga tidak tertutup kemungkinan pula tersangka bisa lebih dari satu. Petunjuk tersebut tak lain dimulai dari kepemilikan parang, pisau dan obeng. Sedangkan petunjuk lainnya diketahui dari cincin milik korban yang diketahui sudah dijual. Petunjuk berkembang hingga menetapkan satu nama pelaku.  Namun Kasat Reskrim AKP Daniel SM menegaskan pihaknya sudah memburu pelaku. Nama atau identitas pihaknya masih mengembangkan dan berharap dalam waktu dekat bisa mengungkap kasus. “Kita tetap intensif bekerja mengembangkan penyelidikan kasus ini,” kata Daniel singkat. (dho/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *