CEMBURU, CEWEK MENGGELUPUR DIBAKAR COWOKNYA

MEDAN-PM : Dibakar api cemburu, Sahala Raja Aritonang alias Rajak (22), nekat membakar kekasihnya Suaidah boru Nasution alias Indah (21) hingga menggelepur. Setelah buron tiga minggu, warga Jl. Menteng VII, Gang Nelayan itu akhirnya dibekuk polisi dari rumah saudaranya di Desa Simpang Empat, Asahan, Jumat (12/4) malam.

Info yang dihimpun POSMETRO, aksi nekat ini dilakukan Rajak karena tak tahan melihat Indah pulang diantar seorang cowok ke kos-kosan mereka di Jl. Darussalam, Gang Turi II, Rabu (20/3) malam lalu. “Memang geram kali aku, selama ini dia (Indah-red) sering kali kutengok jalan sama cowok lain. Bukan sengaja kubakar, tapi dia sendiri yang ngancam mau bunuh diri dengan menyiram minyak lampu ke tubuhnya. Terus dia dorong-dorong aku, kunyalakan mancis, terbakar badannya. Tapi aku juga yang padamkan, ini tanganku juga ikut terbakar,” celoteh Rajak saat ditemui kru koran ini di kantor polisi.

Diceritakan Rajak, ia sendiri berkenalan dengan Indah sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, Rajak yang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan Indah, juga mengendarai sepeda motor matiknya. Melihat Indah sendirian, lajang yang tengah jomblo itu pun memepet Indah. “Kami pertama kenalan di Menteng VII, lagi di atas kereta itulah dia aku rayu-rayu,” kenang Rajak di halaman Unit Jahtanras Polresta Medan. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata Indah menanggapi rayuan Rajak, hingga keduanya tukar-tukaran nomor hape

Sejak saat itu, Rajak pun kerap berkomunikasi dengan gadis manis yang menetap di Jl.  Letda Sujono, Gang Rambutan itu. “Setelah tukar-tukaran nomor hape, kami resmi pacaran,” sambungnya. Kala itu, Indah masih bekerja sebagai pegawai di konter ponsel di carrefour. Pasca jadian, kedua sejoli ini pun sering ketemu dan jalan bareng. Namun, karena keterbatasan waktu, apalagi Indah bekerja sampai larut malamm, kedua sejoli ini pun sepakat mencari kos-kosan. “Karena jauh kerjanya, kami cari kos. Kalau dikos kan, bisa setiap hari ketemu,” katanya.

Namun, pekerjaan Indah tiba-tiba terhenti. “Sejak berhenti bekerja itulah, dia jadi sering mangkal di diskotek LG, pulangnya pun nggak tentu,” kata Rajak seraya menundukkan wajahnya. Nah, dari sinilah timbul kecemburan Rajak. “Sudah sering aku lihat bang, dia pulang diantar laki-laki lain,” ucapnya. Puncaknya terjadi saat Indah permisi pergi ke Brastagi selama satu hari. “Itulah bang, janjinya satu hari dia pergi dengan kawan-kawannya ke Brastagi. Tapi tiga hari dia nggak pulang-pulang,” cetusnya. Begitu pulang, Indah malah diantar oleh seorang laki-laki. “Udah sering bang, geramnya aku pas dia pulang dari Berastagi itu,” katanya lagi. Melihat itu, Rajak yang kesal langsung melabrak, hingga cekcok mulut terjadi antar keduanya. “Pertama diancam-ancamnya aku kalau dia mau bunuh diri. Disiramnya tubuhnya dengan minyak lampu, tapi masih bisa dipadamkan,” jelasnya. Selang beberapa menit kemudian, kedua pasangan ini kembali cekcok mulut. Lagi-lagi Indah mengancam mau bunuh diri. “Yang kedua, disiramnya lagi semua badannya dengan minyak lampu, disorong-sorongkannya badannya ke aku. Aku yang kesal langsung nyalakan mancis, terbakarlah badannya,” ucapnya. Detik itu juga api berkobar dan nyaris menggosongkan tubuh korban. “Gitu api berhasil aku padamkan, aku pergi ke rumah kawan di Menteng VII,” bebernya.

Melihat tubuh Indah melepuh, Rajak langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Selanjutnya ia meminjam uang dan baju temannya. Selama dua jam di rumah temannya, Rajak lalu pergi ke Jl. SM. Raja Medan. Dari sana, ia pergi ke Asahan menumpangi KUPJ. “Di sana aku tinggal di rumah saudaraku, aku nggak ada kerja di sana,” pungkasnya. Kedatangannya ke Asahan guna bersembunyi dari kejaran polisi dan mengobati luka bakar di tangan kirinya. “Ngobatin tangan aku juga di sana, nggak ke dokter. Pakai obat tradisional saja,” ucap pria berambut ikal itu. Namun naas, tiga minggu kemudian ia berhasil ditengkap polisi. “Kita amankan di pelosok Simpang Empat, Asahan,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki didampingi Kanit Jahtanras AKP. Antony Simamora, SH dan Kanit Ranmor, Iptu Alexander. (eza/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *