UNPK PAKET C JUGA BERMASALAH

MEDAN (Berita): Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C setara SMA juga dapat masalah. Dari 1.314 peserta yang mengikuti UNPK diketahui 49 peserta gagal mengikuti UN karena naskah soal jurusan IPA tidak ada.
“Ya, semua peserta UNPK Paket C jurusan IPA hari ini tidak ujian karena memang soal tidak ada,” kata Kadis Pendidikan Medan Drs Parluhutan Hasibuan kepada wartawan, Senin [15/4].
Dia menjelaskan, tahun ini pelaksanaan UNPK memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013, UNPK berlangsung sama dengan UN formal hanya saja berbeda waktunya. “UN formal ujiannya pagi, sedangkan UNPK berlangsung siang hingga sore,” kata Parluhutan.
Di tempat berbeda, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Teladan, Drs Hakimuddin Lubis MM mengatakan peserta UNPK yang dilaksanakan di SMK Al Washliyah Teladan Medan ada 165 orang terdiri dari PKBM Teladan 60 orang PKBM Kreatif 98 orang dan PKB Quba ada 9 orang. “Semua peserta bisa ujian karena mereka jurusan IPS,” katanya.
Hakim mengakui, UNPK kali ini sangat menyulitkan pengelola PKBM karena soal yang diujikan sama dengan UN formal yakni 20 paket. Sedangkan persiapan yang dilakukan yakni 5 paket.
Hal senada juga disampaikan pengelola PBKM Kreatif Ali Ishak. Dia menegaskan, pemerintah jangan menekankan kepada lembaga penyelenggara untuk memenuhi permintaan pemerintah sehingga seolah-olah pelaksanaan UN lebih baik. “Kita pengelolan PKBM sebenarnya siap untuk itu. Tapi, pemerintah juga harus siap memperlakukan lembaga-lembaga pendidikan kesetaraan betul-betul setara dengan pendidikan formal. Tidak hanya ujian saja,” katanya.
Saat ini, lanjut Ali, pemerintah terkesan berat sebelah. Pengelola PKBM sudah ‘pijak’. Artinya, lembaga PKBM sudah dipijak mengikuti kemauan pemerintah dalam pelaksanaan UNPK, kita mau tidak mau terpaksa ikut dan mendukung program pemerintah.
“Tapi, di sisi lain, kalau memang mereka mengharapkan ini setara. Bagaimana perlakuan terhadap lembaga-lembaga ini. Kalau sekolah formal negeri dan swasta diberi stimulus bagaimana lembaga ini. Apakah kita biarkan saja hanya partisipasi masyarakat sementara partisipasi pemerintah tidak ada?” tanyanya.
Secara otomatis, katanya kita menginginkan supaya pemerintah harus melakukan upaya yang keras ke depan karena secara kasat mata penyetaraan ujian ini tidak akan memberikan efek yang baik terhadap partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pendidikan.(aje)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *