PEMERINTAH DIMINTA EVALUASI PENCETAKAN NASKAH UN

Medan ( Berita ) : Pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan pencetak naskah soal ujian nasional, terkait terlambatnya distribusi soal sehingga beberapa daerah terpaksa menunda pelaksanaan ujian nasional.
“Perusahaan pencetak naskah soal ujian jelas tidak profesional, sehingga terjadi keterlambatan distribusi naskah ke daerah-daerah. Pemerintah tentunya harus mengevaluasi perusahaan pencetak naskah soal itu,” kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar di Medan Senin [15/04].
Sedikitnya 23 kabupaten/kota mengalami kendala dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, akibat belum mendapat distribusi naskah soal ujian maupun adanya daerah yang kekurangan naskah soal,
Daerah yang mengalami kendala tersebut yakni Kota Binjai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar,,Tanjung Balai, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Dairi, Asahan, Labuhan Batu Utara, Tapanuli Utara, Madina, Humbahas, Tobasa, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, dan Nias Selatan.
“Pada umumnya naskah soal yang belum sampai adalah mata ujian Bahasa Indonesia untuk jurusan IPS. Namun bagi yang kekurangan, dapat memperbanyak dengan melakukan fotokopi yang tentunya tetap dibawah pengawasan pihak pengamanan,” katanya.
Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya juga sudah mendapat informasi adanya beberapa kelemahan pada perusahaan pencetak naskah soal ujian, yakni PT BDP di Bogor, misalnya dari 10 kotal sampel naskah yang dicetak ternyata 8 salah.
“Kita juga menempatkan tim di percetakan itu, untuk melihat proses pencetakan. Nah, tim kita sebelumnya mengatakan ada masalah, namun karena perusahaan pencetakan mengejar target, jadinya terabaikan yang substansinya, “katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara M. Zein mengatakan sebelumnya pihaknya juga sudah meminta kepada Mendiknas agar UN di Sumut diundur mengingat belum meratanya distribusi naskah soal, namun Mendikbud meminta ujian tetap dianjutkan karena naskah soal yang terdistribusi sudah mencapai lebih dari 60 persen.
“Tadi malam kami sudah dapat informasi bahwa banyak daerah yang belum mendapat soal maupun adanya soal yang kurang. Dan ini juga sudah kami sampaikan ke pusat, namun atas saran Mendikbud, ujian tetap digelar seperti biasa bagi daerah yang sudah dapat naskah, sementara bagi yang belum akan mengikuti ujian susulan,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumut, siswa yang mengikuti UN tahun ini berjumlah sebanyak 736.152 orang dari jenjang SD hingga SMA, dan pelaksanaan ujian dilakukan mulai 15-18 April 2013 sementara untuk ujian susulan 22-25 April 2013. Berbeda dengan tahun lalu, antara soal dengan lembar jawaban terpisah, untuk tahun ini lembar jawaban dan naskah soal merupakan satu kesatuan.
“Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan, dan untuk sosialisainya akan dilakukan oleh kepala sekolah masing-masing,” katanya. (ant )
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *