5 GANGGUAN ALAM YANG KERAP BIKIN PESAWAT KECELAKAAN

Pesawat Lion Air mendarat di laut dekat Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (13/4) kemarin. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab pesawat yang mengangkut 101 penumpang itu mendarat di laut.

Dari berbagai kajian, banyak faktor yang bisa menyebabkan sebuah pesawat jatuh. Faktor human error, sabotase hingga alam bisa menjadi penyebab sebuah pesawat yang mengudara jatuh. Faktor alam sendiri hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan di dunia penerbangan.

Banyak kasus pesawat jatuh dan menewaskan banyak orang karena faktor cuaca yang serba tidak terduga. Berikut lima faktor alam yang kerap membuat pesawat jatuh:

1. Segitiga bermuda

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Hingga saat ini Segitiga bermuda sangat misterius dan angker. Banyak sudah kapal yang jatuh atau hilang saat melintasi kawasan bermuda.

Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk menghadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal. Dan hingga kini masih belum diketahui.

2. Petir

Kecelakaan pesawat terbang yang disebabkan karena petir pernah terjadi di dunia penerbangan. 48 Orang tewas dan puluhan lainnya terperangkap saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh akibat tersambar petir di Kongo.

Juru bicara pemerintah Kongo Lambert Mende mengatakan, pesawat terbang itu jatuh akibat cuaca buruk beberapa meter dari Bandara Kisangani. Mende menjelaskan, sambaran petir menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

3. Kabut

Sebuah pesawat pernah dilaporkan jatuh akibat terperangkap kabut tebal di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan. Akibat kejadian tersebut pesawat menabrak tebing dan menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 21 orang.

Mereka adalah lima awak pesawat dan 16 penumpang yang menaiki pesawat Bombardier CRJ-200 buatan Kanada milik perusahaan swasta SCAT. Pesawat tersebut laporkan dalam perjalanan dari kota utara Kokshetau menuju Almaty dan menemui masalah hanya 1,5 kilometer menjelang pendaratannya.

Bombardier CRJ-200 berusaha mendarat di bandara tapi justru berbelok dan menabrak? karena pandangan pilot ke landasan terhalang oleh kabut tebal, kata SCAT. Saksi mata mengatakan pesawat hancur berkeping berikut jasad korban kecelakaan yang bergeletakan.

4. Angin

Pesawat Adam Air nomor penerbangan KI 574 bertolak di bandara Juanda Surabaya menuju Manado. Namun di tengah jalan, pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan jatuh ke laut.

Dari hasil penyelidikan, pesawat AdamAir jatuh akibat hempasan angin yang sangat kencang. Dalam percakapan antara pilot dengan menara pengawas bandara sebelum kehilangan kontak terungkap kecepatan angin pada saat itu 70 knot atau setara dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

Data tersebut satu jam setelah pesawat AdamAir nomor penerbangan KI 574 bertolak di bandara Juanda Surabaya menuju Manado. Namun demikian penyebab utama hilangnya pesawat tersebut hingga kini belum bisa dipastikan, karena masih menunggu penyelidikan KNKT.

Hingga saat ini tim SAR masih memfokuskan pencaharian pesawat naas itu ke tiga titik koordinat. Berdasarkan pantauan satelit dan sinyal ELBA didapatkan dari Singapura.Namun karena cuaca yang buruk dan gelombang pasang yang tinggi terutama disekitar laut Sulawesi, upaya pencaharian AdamAir belum membuahkan.

5. Gunung

Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Gunung Salak terjadi pada tanggal 9 Mei 2012 dalam penerbangan demonstrasi yang berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 10 Mei, reruntuhan Superjet Sukhoi terlihat di tebing di Gunung Salak, sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Barat.

Pesawat yang baru akan dipesan itu mengalami kecelakaan karena sang pilot tidak mengenal medan. Pesawat tersebut kemudian menabrak kaki gunung salak dan menewaskan semua penumpang dan kru.
sumber: merdeka

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *