17 LEMBAGA MINTA KASI INTEL KAJARI PADANGSIDEMPUAN DICOPOT

Starberita – Medan, Sebanyak 17 lembaga terdiri dari ARTIS, FORMAT,FAKTA-RI , FORTAL’S, INTerRuPSI, KAMI, KOMPAK, KOPI PAHIT, KOMPEL UMTS, LKAR, LIRA TABAGSEL,  LSM SOCPADE, PIN, PC IMM, PELOPOR, Yayasan BURANGIR dan YLKM-I, melakukan aksi unjukrasa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (15/4).
Massa meminta Kepala Kejatisu mencopot jabatan Kasi Intel dan Kajari Padang Sidimpuan, karena diduga melakukan pembiaran terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di wilayah hukum Tapanuli Bagian Selatan.Koordinator aksi Ferry Nofirman mengatakan bahwa Kasi Intel Kejari Padang Sidempuan, Viktor Purba sudah mengangkangi visi Kejaksaan untuk memberantas korupsi.

“Banyaknya dugaan-dugaan korupsi di wilayah hukum Kejari Sidempuan tidak dikembangkannya. Selain itu diduga kuat malah dijadikan ATM berjalan  pejabat-pejabat yang terlibat kasus korupsi. Dalam menjalankan ‘Aksi’nya, Kasi Intel Kejari Sidempuan diduga menggunakan kaki tangan oknum LSM dan salah seorang ketua organisasi wartawan di daerah tersebut.”Ujar massa.

Disebutkan Ferry beberapa kasus dugaan korupsi yang jalan di tempat adalah Kasus Korupsi Dinas Pendidikan, Dugaan Kasus PSDA Angkola, Dugaan Kasus Korupsi PNPM Pariwisata Aek Sijorni, Dugaan Kasus Korupsi KPU Padangsidimpuan,  Dugaan Kasus Korupsi Program Pemeliharaan Hutan Industri dan Hutan Wisata Padangsidimpuan.

Dikatakannya juga, bahwa Salah satu institusi yang diintruksikan i Kejaksaan termasuk Kejari Padang Sidimpuan memiliki wilayah hukum di Tapanuli Bagian Selatan yang meliputi 4 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tapsel, Kabupaten Paluta, Kabupaten Palas, dan Kota Padangsidimpuan.

Mereka menilai sikap Kejari Padang Sidempuan yang selama 4 tahun belakangan ini terkesan melakukan pembiaran terhadap oknum-oknum yang diduga pelaku korupsi. ” Padahal sudah banyak laporan masyarakat baik dari LSM dan Pers atas dugaan kasus korupsi yang terjadi di 4 Kabupaten/Kota. Seolah-olah wilayah hukum TABAGSEL ini bersih dari kasus-kasus korupsi”,terang Ferry.

Massa mengancam jika laporan ini tidak ditanggapi, maka kami dari 17 (tujuh belas) lembaga dan organisasi mahasiswa akan meneruskan aksi ini sampai yang bersangkutan dicopot. Dan akan melanjutkannya ke Kejaksaan Agung di Jakarta,”terang massa.

Usai menyampaikan orasinya, Kasipenkum Kejatisu, Chandra Purnama mengatakan bahwa laporan dan tuntutan massa sudah diterima” Terima kasih atas laporannya, saya akan membawa bukti yang saudara-saudara berikan ke atasan untuk dipelajari. Dan, kami tetap komit untuk memberantas korupsi,”ujarnya.(RIN/MBB)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *