PEMUDA ACEH GANTUNG “PELAKU” PERKOSAAN BOCAH

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Sejumlah anggota komunitas anak muda di Kota Banda Aceh menggelar aksi solidaritas untuk Dna, bocah enam tahun yang tewas dibunuh setelah diperkosa beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Aksi ini diisi dengan orasi dan pertunjukkan teatrikal yang menggantung dua replika pelaku pembunuhan dan perkosaan di gerbang gapura Mesjid Raya. Aksi yang berlangsung usai shalat Jumat (12/4/2013) kontan menjadi pusat perhatian warga.

Koordinator aksi, Putra Rizki mengatakan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas anak muda di Kota Banda Aceh untuk almarhum Dna. Mereka menilai kejadian yang menimpa Dna bukanlah kasus kekerasan seksual pertama yang dialami oleh anak-anak di Aceh. Hanya saja kasus Dna menjadi sorotan lebih dari berbagai kalangan masyarakat di Aceh.

“Karena kematian bocah malang itu dengan cara yang sangat sadis dan tak wajar. Diana dibunuh setelah diperkosa,” sambung Putra.

Mereka berharap, kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di tanah Serambi Mekah yang menerapkan Syariat Islam tak terulang kembali. Melalui aksi ini, mereka juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas dalam menyelesaikan berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Hal ini harus diikat dengan aturan serta aplikasi hukum yang sangat ketat, sehingga tidak memberi celah bagi pelaku untuk mengulangi kejahatan,” kata Putra.

Selain di Banda Aceh, aksi solidaritas untuk Dna, hari ini juga digelar di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Selatan Provinsi Aceh.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *