NARAPIDANA NARKOBA KABUR DARI LAPAS LANGSA

LANGSA – Salah seorang narapidana perkara narkoba, Fauzan Alia Bin Muhajir (30), warga Gampong Jawa Tengah, Kecamatan Langsa Kota, kabur dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Langsa, sekira  pukul 04.30 WIB, dini hari.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Langsa, Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, Fauzan dijatuhi hukuman oleh pengadilan selama sembilan tahun penjara atas dua perkara pidana yang menjeratnya.

“Awalnya Fauzan masuk Lapas ini pada Desember 2009 dengan kasus pencurian dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena melanggar pasal 363 KUHPidana. Setelah menjalani hukuman selama dua tahun penjara atau tepatnya pada tahun 2011, dia kembali dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu di Lapas Langsa,” ujar Effendi, hari ini.

Menurut Effendi, Fauzan akan bebas murni pada 15 Maret 2018 mendatang. Namun kini dia telah melarikan diri melalui ruang perpustakaan di kantor Lapas. “Sebelumnya dia berhasil mencongkel pintu perpustakaan yang diduga menggunakan linggis dan obeng. Setelah berhasil masuk, Fauzan menjebol plafon ruang perpustakaan yang kemudian merangkak hingga tembus ke depan Lapas,” katanya.

Sekitar pukul 5.00 WIB, kata Effendi, petugas Lapas yang sedang melakukan pengecekan rutin melihat pintu perpustakaan sudah jebol. Karena merasa curiga maka langsung dilakukan pemeriksaan dan ternyata ada salah seorang napi yang telah kabur yakni Fauzan.

Effendi menyebutkan pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Langsa, Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Tamiang serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh.

“Untuk mengetahui mengapa napi tersebut bisa berada di ruang steril karena seharusnya berada di ruang tahanan, kami sedang memintai keterangan petugas Lapas yang pada malam itu piket jaga,” ujarnya.

Selain itu, kata Effendi, pihaknya juga menugaskan beberapa petugas Lapas untuk menjumpai keluarga dan istri Fauzan guna menanyakan kebaradaan yang bersangkutan. “Pihak Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Aceh nantinya akan datang ke Lapas Langsa guna memeriksan kejadian ini,” kata Effendi.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *