JALAN MENUJU OBJEK WISATA TANGKAHAN RUSAK

TANGKAHAN – Jalan menuju objek wisata Tangkahan Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dalam kondisi rusak parah dan sampai saat ini belum juga beraspal.

Salah seorang warga, Samin Sitepu (38) di Desa Namo Sialang, mengatakan, kerusakan jalan tersebut cukup parah, sehingga bila hujan turun, terjadi banjir yang bisa mencapai setinggi 1 meter.

Bahkan, katanya, kondisi jalan berupa batu besar bercampur kerikil itu, tidak kelihatan karena tertutup banjir. “Ini benar-benar sangat berbahaya, bila ada wisatawan mancanegara yang terjebak saat terjadinya banjir tersebut,” ucap Sitepu, hari ini.

Dia mengatakan, jalur jalan yang cukup memprihatinkan atau kelihatan “kupak-kapik” sepanjang lebih kurang 13 Kilometer dan belum lagi beraspal terutama di kawasan perkebunan menuju objek wisata air Tangkahan.

Dia menjelaskan, meskipun akses transfortasi menuju tempat rekresasi itu tidak pernah diperhatikan pemerintah setempat.Namun wisatawan dari Prancis, Inggris, Belanda setiap hari libur Sabtu dan Minggu ramai berkunjung ke lokasi itu.

Apalagi, katanya, bila jalan lintas tersebut dapat diperbaiki Pemkab Langkat, dipastikan setiap hari banyak masyarakat dan wisatawan yang berlibur ke Tangkahan.

“Kunjungan wisatawan mancanegara itu, tidak sedikit mendatangkan pendapatan bagi masyarakat setempat, misalnya ramainya tempat penginapan, kedai minuman dan warga berjualan di lokasi Tangkahan,” ujar Sitepu.

Dia mengatakan, dengan diperbaikinya jalan menuju Tangkahan, maka mobil angkutan umum dan mobil pribadi bisa masuk ke lokasi objek wisata yang juga melestarikan satwa gajah. Sebab selama ini, jelasnya, masyarakat atau turis yang ingin menuju Tangkahan dan harus menggendarai ojek (sepeda motor) dari pemberhentian bus di Simpang Robert, Dusun Titi Mangga.

“Menggendarai alat transfortasi berupa sepeda motor ke lokasi Tangkahan sangat melelahkan dan sangat jauh.Ini salah satu penyebab masyarakat enggan berkunjung ke lokasi tersebut,” kata Sitepu.

Untuk mencapai lokasi Objek Wisata Tangkahan dapat ditempuh dari Medan selama 3 jam dengan jarak berkisar 127 kilometer melewati Kota Binjai dan Tanjung Pura dengan kondisi jalan yang telah diaspal.

Potensi wisata Tangkahan berupa, kegiatan memancing, pemandian air panas, air terjun dan jalur ‘trekking’ dengan berjalan kaki ataupun dengan menaiki Gajah Sumatera.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa berpetualang dan menyingkap rahasia hutan hujan tropis Sumatera dengan trekking, ikut memandikan Gajah Sumatera, mengarungi jeram sungai dengan menggunakan ban (tubbing) atau rubber boat.

Kemudian berkemah di areal camping ground, menyelusuri gua alam, menyegarkan badan dengan mandi di sungai yang jernih, mengamati atraksi satwa, dan Taman Nasional Gunung Leuser.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *