POLDASU HARUS SERIUS BERANTAS PREMANISME

Medan-andalas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) diminta serius dalam memberantas aksi premanisme, dan jangan hanya lip service. Pasalnya, aksi premanisme belakangan ini sudah sampai pada tahapan yang sangat meresahkan masyarakat.

“Kita sebagai perpanjangan tangan rakyat meminta dengan sangat agar pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) benar-benar serius memberantas aksi premanisme, jangan hanya manis di bibir saja,” tegas anggota DPRD Sumut, Richard Eddy M Lingga SE, Kamis (11/4).

Ditemui wartawan di Medan, menanggapi makin meresahkannya aksi premanisme di Sumut, khususnya Medan, politisi muda Partai Golkar tersebut menyebut, keberadaan preman dapat menghambat pembangunan dan mengganggu stabilitas perekonomian.

Sebab, investor (pemodal-red) akan berpikir (takut) seribu kali untuk menanamkan modalnya ke Sumut. Jika situasi dan kondisi keamanannya tidak kondusif. Marak praktik pungutan liar (pungli) ataupun pemerasan.

Menurut Richard, tak bisa dipungkiri kebaradaan preman bayaran maupun berdasi seringkali mengakibatkan terjadinya peritiwa kriminal. Seperti, penguasaan lahan dan intimidasi kepada pengusaha untuk mendapatkan suatu keinginan dengan cara paksa.

“Memang sulit untuk membuktikan preman ini, tapi kalau dilihat dari perbuatannya memeras atau pungli, saya rasa itu sudah bisa disebut aksi premanisme,” sebut Richard.

Karena itu, demi kemajuan Provinsi Sumut dan perkembangan ekonomi yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan rakyat, pihak kepolisian harus benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi investor, terlebih yang datang dari mancanegara.

Kepolisian harus senantiasa memberdayakan personel di semua sektor, menempatkannya di titik-titik yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas. Misalnya, di lokasi industri dan pembangunan infrastruktur. Sebab, tak jarang para preman melakukan aksinya di tempat yang menjadi lokasi pembangunan dan industri.

“Seperti di Kawasan Industri Medan (KIM), lokasi perdagangan, petugas kepolisian harus tetap ada. Sebab, mereka (preman) sering melakukan aksinya di tempat ini dan jangan sampai para preman itu justru dibacking,”pungkas pria berkumis yang lumayan handsome ini.(UJ)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *