DELAPAN ANGGOTA KPK DITANGKAP POLISI

Medan-andalas Delapan anggota geng motor KPK (kami punya kuasa), Rabu (10/4) malam ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru lantaran mencuri sepeda motor.

Kedelapan remaja tersebut, LM, RM, BM, AB, MS, JS, AB dan JS. Mereka diciduk polisi dari markas mereka di Jalan Simpang Gudang Lorong 9, Padang Bulan, Medan. Penangkapan bermula dari ditangkapnya salah seorang tersangka perampokan yang juga anggota geng motor JPM bernitial A di kawasan Jalan Dr Mansyur.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti 7 unit sepeda motor, 2 bilah samurai, 3 bilah pisau, 1 unit laptop, 5 unit handphone dan sejumlah sparpart sepeda motor yang dibongkar para tersangka dari sepeda motor yang berhasil mereka rampas.

Dari pengungkapan ini, polisi masih mengejar 2 tersangka, seorang di antaranya disebut-sebut ketua kelompok geng motor itu yang sempat melarikan  diri ketika mendengar markas mereka digerebek polisi.

Keterangan diperoleh, penangkapan bermula dari aksi perampokan yang dilakukan oleh tersangka A terhadap seorang Mahasiswi USU, Fitri di Jalan Dr Mansyur, tepatnya di depan pintu 3 USU, Rabu (10/4) malam. Dari penangkapan itu, Polisi melakukan pengembangan.

Berbekal pengakuan dan keterangan tersangka A, polisi bergerak cepat mencari nama-nama orang yang juga sudah terdaftar sebagai target berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat yang pernah menjadi korban para tersangka itu.

“Saat itu anggota kita sedang patroli dan mendapati korban minta tolong. Setelah dilakukan pengejaran, kita berhasil menangkap tersangka A. Sementara tersangka DV yang merupakan ketua geng motor, berhasil melarikan diri. Dalam beraksi, para tersangka kerap menodong korban dengan senjata tajam dan tidak segan melukai korbannya lalu memgambil barang berharga milik korban, terutama sepeda motor,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak, Kamis (11/4).

Lebih lanjut Calvijn menyebut kalau para tersangka kerap menjual barang hasil rampasannya itu dengan harga Rp2 juta. Para tersangka juga kerap menggunakan hasil penjualan barang hasil rampasan itu untuk membeli sejumlah barang berharga seperti laptop dan handphone serta menghabiskannya untuk bersenang-senang.

Namun, Calvijn tidak menjelaskan siapa penadah barang-barang hasil rampasan para tersangka itu, dengan alasan masih dalam pengembangan. Meski demikian, Calvijn mengakui kalau pihaknya sudah mengantongi identitas penadah tersebut.

“Mereka mengkau kerap beraksi di wilayah Medan Baru, Sunggal dan Medan Kota. Untuk penadahnya, juga mereka menyebut beberapa nama dan tempat yang saat ini masih kita kejar. Untuk usia para tersangka ini, masih berada pada usia produktif, antara 19 tahun sampai 24 tahun bahkan sebagian dari mereka ada yang berstatus pelajar dan Mahasiswa. Untuk pasal yang kita kenakan pada para tersangka adalah pasal 365 KUHP sehingga membuat mereka harus kita tahan karena ancaman hukumannya di atas 6 tahun penjara,” papar Calvijn.

Sementara itu, para tersangka mengaku kalau geng motor yang mereka namai kami punya kuasa (KPK) itu, baru berdiri sekitar 1 bulan lebih. Disebut para tersangka, hasil rampasan yang mereka lakukan, kerap digunakan untuk bersenang-senang bersama-sama.

Mereka juga tidak menampik, kalau sebagian hasil rampasan itu juga terkadang dijadikan operasional untuk menjalankan aksi perampokan kembali ataupun untuk operasional tawuran dengan geng motor lainnya. (ACO)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *