BUPATI KARO BOHONGI WARGA DOULU

BERASTAGI – Merasa dibohongi oleh janji pasangan Bupati Kabupaten Karo, Kena Ukur Surbakti dan Terkelin Berahmana, ratusan masyarakat yang terdiri dari Forum Masyarakat Doulu Bersatu (FMDB)  Kecamatan  Berastagi, Kabupaten Karo melakukan protes, dan menduduki tempat retribusi yang selama ini dikelola oleh Dinas Pariwisata.

Informasi yang diterima Waspada Online malam ini, ada spanduk ditulis di tempat retribusi Dinas Pariwisata, berupa tulisan mengkritik Bupati Karo. Hingga sampai saat ini, pengunjung yang mau menikmati pemandian air panas tidak dikenakan biaya, seperti biasanya Rp4000 bagi orang dewasa, sementara Rp2000 untuk anak-anak.

Ketua FMDB Torison Purba (49), didampinggi ketua karang taruna, Kades Doulu, Suraman Pandia, dan Jolisan Sembiring selaku saksi saat dinyatakan Kena Ukur Jambi Surbakti serta Terkelin Berahmana, pada putaran kedua sebagai Cabup – Cawabup 2010 lalu,  akan menyerahkan sepenuhnya retribusi pemandian air panas dan dikelola oleh warga setempat, bila dirinya duduk menjadi orang nomor satu di Bumi Turang.

Namun sampai saat ini, kesepakatan antara pihak dinas terkait yang menkelola retribusi pemandian air panas, beserta pihak dari Pemkab setempat dan selaku masyarakat atau yang terbentuk dalam FMDB belum juga menuai kata kesepakatan.

“Kita lihat saja etikat baik dari semua instansi tersebut, dan kebijakan Bupati – Wakil Bupati seperti janji mereka saat putaran kedua Cabup – Cawabup tiga tahun lalu. Perebutan retribusi seperti saat ini sudah kita lakukan sejak tahun 2011 lalu. Namun, tidak menuai hasil. Tapi untuk saat ini dan sampai kapan pun, bila kesepakatan tidak bisa terjadi, maka kami selaku masyarakat yang merasa dijolimi, atau tertindas oleh keserakahan penguasa Pemkab setempat akan berbuat lebih jauh lagi, dan kami sudah siap melakukan hal tersebut,” terang Ketua FMDB, Torison Purba.

Dikatakan, sampai saat ini dari hasil kekayaan Desa Doulu seperti pengutipan retribusi air panas tidak pernah dinikmati oleh warga setempat, hanya pengelola dinas terkait yang merasakannya. Jangankan ada bantuan berupa kemajuan desa seperti pembangunan kamar mandi oleh Pemkab Karo, bahkan masyarakat di sini tidak diijinkan kerja di retribusi tersebut. Jadi untuk apa janji-janji Bupati dan Wakil Bupati. Pada waktu kesepakatan, ada perjanjian ditandatangani. Isinya seperti berikut, “Seperti yang terbunyi di dalam surat pernyataan yang dilakukan dr HC Kena Ukur Karo Jambi Surbakti bersama Terkelin Berahmana menyatakan, apabila masyarakat Desa Doulu memenagkan kami, dan kami duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada masa periode 2012 – 2015, maka kami berkomitmen untuk memperioritaskan masyarakat Desa Doulu untuk mengelola retribusi daerah wisata di desa tersebut, sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku di Kabupaten Karo,” terangnya, sambil memberikan bukti yang disepakati kepada wartawan.

Lanjut dikatakannya, bahwa dari data yang mereka terima dari orang yang bisa dipercaya, hasil PAD dari retribusi air panas tersebut mencapai Rp1,5 miliar/ tahun. “Sampai saat ini, kita tidak bisa pastikan apakah akan bertahan retribusi tersebut dikelola dinas terkait, ataukah ditiadakan pengutipan seperti biasa,” tegas Purba.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *