SERATUSAN BURUH DEMO TOLAK UPAH MURAH KE KANTOR GUBSU

MEDAN (Waspada): Seratusan buruh yang tergabung dalam Federasi  Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara,  berunjukrasa di depan Kantor Gubsu, Rabu (10/4).

Aksi itu menyebabkan ruas Jln. Pangeran Diponegoro Medan depan  Kantor Gubsu ditutup total. Mereka menyuarakan penolakan upah  murah yang hingga kini masih belum direvisi Pemerintah Provinsi  Sumut.

“Sampai kini upah murah masih belum direvisi di Provinsi Sumut. Bila  sampai 1 Mei (May Day) tidak juga ada perubahan, kami akan demo  besarbesaran. Dan bila sampai 16 Agustus 2013 tidak ada juga  perubahan yang dibuat pemerintah, seluruh buruh mengancam akan melakukan mogok nasional,” teriak Ketua Dewan Pimpinan Wilayah  FSPMI Sumut Minggu Saragih melalui pengeras suara.

Dalam aksi damai yang dikawal puluhan petugas kepolisian lengkap  dengan Water Canon dan mobil pencegah pemadam kebakaran (P2K)  Pemko Medan itu, Minggu Saragih menyuarakan kepada DPRRI dan  pemerintah segera merevisi Perpres No.12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dan PP No.101 Tahun 2012 tentang Penerimaan  Bantuan Iuran.

Menolak upah murah, jadikan upah layak 84 item komponen hidup  layak (KHL) atau kenaikan upah minimal 35% setiap tahun, menolak  RUU Keamanan Nasional (Kamnas), serta mendesak Dinas Tenaga  Kerja dan Transmigrasi Sumut bersama Kepala Kanwil I Jamsostek Sumbagut, untuk segera menertibkan perusahaan yang belum  mendaftarkan buruhnya menjadi peserta program Jamsostek.

“Bila ada perusahaan yang menolak mendaftarkan buruhnya menjadi  peserta Jamsostek, kami minta tangkap pengusaha tersebut. Karena  tindakannya sudah sama artinya dengan melanggar hakhak normatif  buruh yang diatur dalam UU,” ujar Minggu Saragih. Aspirasi massa yang berdemo lebih dari dua jam itu akhirnya diterima perwakilan  Pemprov Sumut. Dalam pertemuan, perwakilan Pemprov Sumut  bersedia menyampaikan aspirasi massa untuk diteruskan kepada  Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST. (m28)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *