POLISI TANGKAP 9 ANGGOTA GENG KERETA

MEDAN (Waspada): Polsek Medan Baru menangkap sembilan anggota  geng kereta Kami Punya Kuasa (KPK) dari sejumlah lokasi, Rabu (10/4)  dinihari. Mereka diduga terlibat sejumlah kasus perampokan di  wilayah hukum Polresta Medan. Umumnya para tersangka berstatus pelajar SMA dan mahasiswa.

Informasi yang diperoleh Waspada di lapangan, Rabu (10/4), para  tersangka yang ditangkap yakni, MT, 19, penduduk Jln. Letjen Jamin  Ginting, Pasar VI, Padangbulan; JS, 20, penduduk Jln. Letjen Jamin  Ginting, Pasar VIII, Padangbulan; BF, 17, penduduk Jln. Antariksa; J, 18, penduduk Jln. Luku I, Gg. Pertemuan; AB, 18, penduduk Jln.  Bunga Cempaka; RRM, 19, penduduk Jln. Pintu Air III; ATB, 17,  penduduk Jln. Padangbulan; AA, 18, warga Pasar Baru dan LM, 18,  penduduk Jln. Pintu Air III.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti tujuh unit  sepedamotor, senjata tajam jenis samurai, pisau dan lainnya.  Sementara, sejumlah anggota geng kereta Jaringan Pengikut Malaikat  (JPM) yang terlibat kasus pencurian sepedamotor, kini masih diburon.

Terjaringnya anggota geng kereta KPK bermula ketika petugas  menangkap tersangka AA terlibat kasus perampokan sepedamotor  Honda Beat BK 5623 QAD milik Fitri Winaranti, 23, mahasiswi USU di  Jln. Dr. Manyur Medan, Selasa (9/4) malam.

Saat itu, Fitri yang kos di Jln. Pembangunan sedang mengendarai  sepedamotor. Dia berhenti sejenak di Jln. Dr. Mansyur depan kampus  USU, karena hendak mengirim pesan singkat (SMS) kepada   temannya.

Tibatiba datang tersangka AA bersama temannya Dp, 18, ketua geng  kereta JPM mengendarai sepedamotor Yamaha Mio. Tersangka AA  langsung menodongkan senjata tajam dan memaksa agar korban  menyerahkan sepedamotornya.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, korban menyerahkan  sepedamotor. Ketika hendak melarikan diri, tersangka AA yang  mengendarai sepedamotor milik menubruk trotoar di Jln. Dr.  Mansyur. Akibatnya, tersangka AA terjatuh dan diamankan  masyarakat setempat.

Kapolsek Medan Baru Kompol Jean Calvijn Simanjuntak, SH, SIK, MH  mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para  tersangka. Mereka diduga terlibat sejumlah kasus perampokan  sepedamotor. “Tersangka masih diperiksa secara intensif guna mengungkap berbagai kasus kejahatan yang dilakukannya,” ujar  Calvijn.

Usai menjalani pemeriksaan, tersangka AA mengaku sering  melakukan perampokan sepedamotor di kawasan kampus USU.   Dalam melakukan aksinya, tersangka selalu membawa senjata tajam  jenis pisau. Tersangka merampas sepedamotor milik korban setelah mengancamnya dengan senjata tajam.(m36)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *