SK BELUM KELUAR, SOPIR ANGKOT NAIKKAN ONGKOS

MedanBisnis – Medan. Meski Pemko Medan melalui Forum Lalu Lintas dan Organda Kota Medan sudah memutuskan kenaikan tarif angkutan kota (angkot) di Kota Medan sebesar 35%, namun, keputusan itu harus diajukan lagi ke Walikota Medan untuk dibuat dalam Surat Keputusan (SK) Walikota. Sebelum SK dikeluarkan, angkot belum bisa menaikkan tarif.

Perlu diketahui, dalam rapat pembahasan kenaikan tarif angkot itu, forum akhirnya memutuskan kenaikan tarif sebesar 35% untuk umum Rp 3.800 dan pelajar Rp 2.500 per estafet (10 KM) dari sebelumnya tarif umum Rp 2.800 dan pelajar Rp 1.800 per estafet. Tarif lama sebelumnya ditetapkan sejak tahun 2008 dan hingga saat ini.

Pengamatan MedanBisnis, Selasa (9/4), di lapangan, ditemukan sejumlah angkot sudah melakukan kenaikan tarif. Bahkan, sopir angkot tidak segan meminta ongkos pada penumpang sebesar Rp 4.000. Seperti yang dialami oleh Haryanti Lubis yang bekerja sebagai karyawan Hotel Dharma Deli Medan.

Haryanti harus mengeluarkan Rp 4.000 untuk ongkosnya pulang dan pergi kerja. “Ongkos sudah naik. Padahal belum ada pengumuman resmi dari pemerintah. Biasanya sudah ada pengumuman dari pemerintah baru angkot bisa naik. Ini sudah kesalahan, mohon pada pemerintah dan petugas untuk bersikap,” ungkap Yanti.

Hal yang sama juga dialami Hendro Syahputra. Hendro pelajar SMA PAB Medan ini harus membayar angkot 40 MARS yang ditumpanginya sebesar Rp 2.500. Bahkan sebelumnya, Hendro hanya membayar Rp 2.000 untuk setiap naik angkot. “Saya diminta sopir itu tambah Rp 500. Katanya ongkos sudah naik. Dengan terpaksa saya berikan,” sesalnya.

Di tempat tepisah, Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat menjelaskan, belum ada pengusaha yang boleh menaikan tarif angkot sebelum adanya keputusan resmi dari Walikota Medan. Renward menegaskan akan turun bersama Satlantas Polresta Medan memantau kebenaran informasi itu.

“Kita akan memanggil Ketua Organda Kota Medan, untuk mempertanyakan masalah ini. Kita juga akan turun ke lapangan untuk melakukan kroscek dan menindak angkot yang nekat menaikan ongkos sebelum SK Walikota diterbitkan. Ini sudah pelanggaran. Sopir angkot bisa kena sanksi ataupun perusahaannya bisa kita tegur. Saya belum dapat informasi soal adanya angkot yang berani menaikan tarif sebelum SK Walikota terbit. Kita akan turun dalam beberapa hari ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Organda Kota Medan Mont Gomery Munthe meminta pada Dishub Kota Medan segera menyiapkan SK Walikota Medan tentang kenaikan tarif angkot. Itu dilakukan untuk menghindari sopir angkot di lapangan yang berani menaikan tarif lebih dulu sebelum adanya SK Walikota Medan. ( sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *