RUMAH WARGA DI PALUHSIBAJI TERENDAM AIR LAUT

Pantailabu, (Analisa).Pasang besar perairan Selat Malaka sejak 4 hari terakhir menyebabkan pesisir Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di Dusun IV, Desa Paluhsibaji, digenangi air laut. Beberapa rumah warga terendam air asin karena debitnya mencapai ketinggian lutut orang dewasa.

Pantauan Analisa, Selasa (9/4) dua unit rumah warga milik Sofyan Lubis (50) dan Yahya (50) yang berada tepat di tepian muara sungai Kenanga sudah dimasuki air pasang. Sementara puluhan lainnya masih mencapai beberapa sentimeter dan sebagian lain belum terimbas pasang besar yang menjadi sinyal bakal datangnya pasang perdani beberapa bulan mendatang.

“Ini pasang besar. Nanti bulan Ramadan, airnya bakal dua kali lipat dari ini. Karena pasang Perdani Barat,” jelas Yahya.

Menurut Yahya, kondisi tersebut sudah biasa mereka alami warga yang tinggal di kawasan pemukiman Dusun IV yang menjadi Desa Binaan Ketua PKK Provinsi Sumatera Utara dimasa Gubernur Rudolf Pardede.

Pengakuan serupa juga dilontarkan Sofyan. Dirinya sudah sekira 11 tahun tinggal di kawasan genangan air akibat pasang dari perairain Selat Malaka, terpaksa membuat bangunan tinggi di bagian belakang rumah. Fungsinya agar saat air pasang, dirinya bersama keluarga bisa tidur nyaman.

Bahkan katanya, akibat pasang tersebut banyak binatang liar memasuki rumah warga. “Tadi pagi, di sini 5 ekor ular air masuk,” jelasnya sembari menunjuk bagian ruang tamu rumahnya yang dimasuki ular air.

Puncak Pasang

Warga lainnya, Abdullah menambahkan, pasang besar yang terjadi belum mencapai puncaknya. Diperkirakan, Kamis (11/4) merupakan puncak pasang besar dengan ketinggian air mencapai sekira 1 meter.

Dua tokoh pemuda Paluhsibaji yang bermukim di kawasan tersebut, Fahrul dan Syafri menjelaskan, masuknya air setiap pasang besar, terlebih pasang perdani baik barat maupun timur, disebabkan jebolnya tanggul benteng. Akibatnya, air laut terlebih masa pasang besar dengan leluasa masuk dan menggenangi rumah warga.

Selain itu tambah Syafri yang akrab disapa Shefi, rendahnya benteng muara sungai Kenanga serta mulai mengalami abrasi juga menjadi penyebab air pasang masuk pemukiman warga.

Padahal kawasan tersebut baru mengalami perbaikan normalisasi dari PU Provinsi sekira setahun lalu, namun sudah mengalami kerusakan karena perbaikannya hanya sekadar memperbaiki agar tidak dimasuki air.

Ditambahkan Fahrul, semestinya perbaikan yang dilakukan pemerintah membangun benteng beton dan menambah ketinggiannya mencapai sekira 1 meter. “Kalau pakai beton seperti di Percut Seituan baru tak cepat rusak. Tingginya pun harus ditambah satu meter baru air tak bisa masuk” tandasnya.

Akibat kondisi tersebut, Dusun IV yang dihuni seribuan jiwa lebih, setiap datang masa pasang besar harus rela rumahnya dimasuki air terlebih masa pasang perdani. Arga berharap Pemkab Deliserdang segera mencari solusi pembangunan agar warga tidak terus dihantui air pasang. (ak)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *