PULUHAN PENDERITA KUSTA TERPAKSA MENGEMIS

Mereka protes diberhentikannya bantuan sembako dari Pemprov Sumut.

MEDAN – Puluhan penderita kusta, pasien di Rumah Sakit Sicanang Medan, terlihat mengemis di persimpangan Jalan Thamrin – Prof HM Yamin Medan, Senin (8/4), sebagai bentuk protes dihentikannya bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Aksi yang dilakukan secara spontan ini mereka buat agar masyarakat dapat memberikan bantuan untuk membeli nasi. Sambil membawa kotak bertuliskan memohon bantuan, mereka mendatangi sejumlah pengendara yang lalu lalang di persimpangan tersebut.

Koordinasi aksi, Amir Ham menyebutkan, hal itu terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sesaat. Inti dari persoalannya, mereka tetap berharap mengalirnya bantuan sembako dari pemerintah seperti selama ini.

Selama ini, kata dia, tiap orang dari mereka mendapat bantuan beras sebanyak 15 kg, minyak goreng dan minyak tanah, ikan asin, gula serta sekaleng susu dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara yang memang sejak awal menangani pasien penyakit kusta.

“Sejak 1 April 2013, kami sudah tidak dapat bantuan lagi. Ini sangat mengganggu, bagaimana kami bisa hidup tanpa bantuan itu. Kami selama ini mendapat bantuan dari Dinkes Sumut tidak dari instansi lain,” katanya.

Amir Ham sendiri mengaku, sebenarnya bantuan selama ini tidak cukup untuk menghidupi ia bersama istri dan keempat anaknya, dan untuk menambah kebutuhan keluarga ia mengemudi beca dayung.

Menyikapi kasus ini Inspektorat Pemprov Sumut, Azhar mengatakan masalah tersebut akan dibahas Kamis, 11 April 2013, dan untuk saat ini pihaknya belum bisa memutuskan pencairan bantuan, mengingat memang belum ada payung hukumnya.

“Kami tidak berani memberikan bantuan kalau tidak ada payung hukum. Karena kalau diberi, nanti akan jadi temuan kejaksaan. Jadi, nanti akan dibahas bagaimana solusinya,” katanya.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *