TINGKAT KESUBURAN LAHAN GANGGU PRODUKSI PERTANIAN KARO

MedanBisnis – Berastagi. Tingkat kesuburan lahan pertanian di Kabupaten Karo dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada perolehan produksi yang juga semakin menurun. Ini diakibatkan penggunaan pupuk kimia sintetik dan pestisida dalam jumlah yang tinggi. Sementara, serangan hama juga kini semakin sulit dikendalikan.
Para petani saat ini mulai banyak ikut-ikutan. Apa yang ditanam tetangga itu yang ditanamnya meskipun tidak mengetahui bagaimana cara membudidayakan tanaman tersebut dengan baik dan bijaksana. Sehingga apa yang terjadi saat ini adalah merupakan akumulasi dari perbuatan para petani itu sendiri. Sementara peran pemerintah datangnya selalu terlambat, seperti wabah lalat buah sekarang ini.

Seorang petani, T Purba saat mengikuti forum diskusi yang di selenggarakan Pupuk Bintang Tani.55, Selasa (2/4) di aera percontohan tanaman jeruknya di Desa Aji Jahe kecamatan Tiga Panah mengatakan, kondisi pertanian di Kabupaten Karo saat ini mengalami keterpurukan cukup berat. Dan, ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Purba mengakui hampir di seluruh sektor tanaman pertanian mengalami penurunan. Hampir semua tanaman yang ditanam petani tergantung pada pupuk kimia. “Jika kita tidak menggunakan pupuk kimia maka pertumbuhan tanaman tidak seperti yang diharapkan bahkan modal bercocok tanamanpun tidak kembali,” jelasnya.

Purba mencontohkan tanaman jeruk yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Rata – rata buah jeruk yang dihasilkan hanya sebesar telur ayam. “Jika kita tidak menggunakan pupuk yang berimbang maka buah jeruk itu tidak akan bisa bertambah besar, bahkan bisa berguguran. Kemudian di perparah lagi dengan tingginya serangan hama salah satunya hama lalat buah,” sebut Purba.

Purba mengakui apa yang sudah dilakukan perusahaan CV Bintang Anugerah, produsen pupuk anorganik Bintang Tani.55 ini, sudah cukup tepat. “Peran mereka yang turun langsung ke lapangan sangat membantu petani. Dengan sukarela mereka memberi masukan ke petani bagaimana meningkatkan unsur hara tanaman yang kondisinya saat ini sudah sangat rendah. Begitu juga dalam pengendalian hama menggunakan air kencing kambing maupun sapi,” jelasnya. (edi sofyan)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *