DIDUGA MENIPU, ISTRI POLISI DIJEMPUT PAKSA

MEDAN, KOMPAS.com – Diduga melakukan penipuan dan penggelapan, Hafni Hayati dijemput paksa Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan pada Sabtu (6/4/2013) malam. Istri polisi ini dijemput dari kediamannya di Jalan Karya Cilincing, Kecamatan Medan Barat, karena sudah beberapa kali tidak mengindahkan panggilan polisi bernomor STPL/1227/V/2012/SU/Resta Medan, tertanggal 4 Mei 2012 atas laporan Martaria Tobing (53).

Perempuan yang dikenal sebagai pengusaha SPBU itu di laporkan karena telah menipu dan menggelapkan uang sebesar Rp 750 juta yang dipinjamnya dari Martaria pada November 2011 lalu. Alasannya waktu itu untuk tambahan modal usahanya yang sedang terpuruk. Transaksi serah terima uang dilakukan di kediaman korban di Jalan Beringin Raya Nomor 6, Gaperta Medan.

“Janji tiga bulan dilunasi, ternyata tidak. Saya datangi dia Maret 2012 lalu dan saya diberi cek milik suaminya sebesar Rp 420 juta, ternyata ceknya palsu. Saya datangi lagi, sudah menghilang, makanya saya laporkan,” kata Martha di Mapolresta Medan, Senin (8/4/2013) malam.

Selain dirinya, beberapa orang yang juga menjadi korban Hafni juga mendatangi Polresta Medan. MZ (41), mengaku ditipu sebesar Rp160 juta. Dia mengaku sejumlah rekan sesama guru juga menjadi korban. Modus operandi pelaku dengan mengajak berinvestasi ke usaha SPBU.

“Saya tidak lapor polisi karena tak punya cukup bukti secara hukum. Hanya bukti giro yang saya pegang. Namun kalau saya diminta memberi keterangan di BAP, saya siap,” kata MZ.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki yang dikonfirmasi membenarkan hal ini. Tapi Yoris tak berkomentar banyak karena masih dalam proses, dan pihaknya berencana akan mengkonfrontir korban dan pelaku. Sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di unit Ekonomi Polresta Medan.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *