POLRES LANGSA AMANKAN TUJUH TON BAWANG MERAH ILEGAL

Langsa, (Analisa). Polres Langsa, Kamis (4/4) mengamankan sebanyak tujuh ton bawang merah ilegal yang diangkut salah satu bus angkutan antar kota dan antar provinsi (AKAP).

“Tersangka pembawa bawang merah ilegal itu adalah Marwan (40) dan Rusliadi (32), keduanya warga Desa Meunasah Siren, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya,” sebut Kapolres Langsa, AKBP Hariadi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus, Jumat (5/4).

Dikatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada satu unit bus AKAP mengangkut bawang merah ilegal. Mendapat informasi tersebut, polisi langsung menggelar razia di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan Pos Tugu Lantas Polres Langsa.

Sekitar pukul 00.30 WIB melintaslah bus dimaksud dan langsung diberhentikan. Kemudian, polisi memeriksa mobil yang sudah dicurigai tersebut dan ternyata benar di bus terdapat tumpukan bawang merah yang dimuat dalam karung berwarna merah.

“Setelah kita periksa ternyata bawang merah ini tidak memiliki dokumen yang lengkap, maka malam itu juga bus berikut bawang merah ilegal dan kedua tersangka pembawanya segera diamankan di Mapolres Langsa untuk menjalani proses hukum,”ujarnya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, bawang merah itu akan dibawa ke Medan setelah dimuat dari Desa Alue Bu, Kecamatan Peurelak Barat. Namun, asal bawang merah ilegal tersebut sejauh ini belum diketahui dan dalam proses penyidikan polisi. Selain itu, kedua tersangka menyebutkan pemilik bawang merah itu atas nama Jhon, yang kini diburon karena sudah melarikan diri.

Hingga kini kedua tersangka pembewa berikut sebanyak tujuh ton bawang merah dan satu unit bus diamankan di Mapolres Langsa untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 31 Undang-Undang No.16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuh-tumbuhan dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun penjara. (dir/ed)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *