DISBUDPAR AKAN TINDAK TEGAS TEMPAT HIBURAN YANG BEROPERASI LANGGAR JAM TAYANG

Medan, (Analisa). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan bakal menindak tegas tempat hiburan di kota Medan yang beroperasi melanggar jam tayang (jam operasi).

“Kemarin, Kamis (28/3) dan Jumat dini hari (29/3), Tim Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan melakukan monitoring tempat hiburan dan menemukan Karaoke XXX di Yanglim Plaza, Jalan Emas, Medan, Sumatera Utara, melanggar jam tayang (jam operasi) dan menyimpang dari izin,” kata Kepala Bidang Objek dan Daya Tarik Wisata Fahmi Harahap SH MAP saat dihubungi Analisa melalui selular, Selasa (2/4).

Dia menambahkan, monitoring tempat hiburan malam diawali dengan mendatangi Family Karaoke Temen Main Suzuya Plaza, Tanah Enam Ratus, Medan Marelan. Tiba di lokasi pukul 23.09 WIB, tim menemukan Family Karaoke Temen Main yang beroperasi sejak 31 Januari lalu dan memiliki 29 unit KTV, belum memiliki Izin Usaha Pariwisata (IUP). Tim juga menemukan pengunjung di bawah umur.

Menyikapi temuan tersebut, Fahmi langsung memerintahkan anggotanya membuat BAP yang isinya memerintahkan pengelola tempat hiburan untuk datang ke Kantor Disbudpar Medan dan segera mengurus izin.

Dari Marelan, katanya tim bergerak ke Titi Papan. Di Titi Papan, tim mendatangi Karaoke Platinum, Komplek Kota Baru. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 23.29 WIB, tim menemukan pelanggaran pengelola hiburan tidak menempatkan izin di tempat yang mudah terlihat. Terkait pelanggaran tersebut, tim juga langsung membuat BAP.

Sekitar pukul 01.00 WIB, tim tiba di Heaven Heel Pool and Lounge Perisai Plaza, Jalan Pegadaian. Tim menemukan live music dan biliar melewati jam tayang. Menurut Manajer Operasi Ferdy, saat weekend pihaknya memang kerap melewati jam tayang hingga pukul 02.00 WIB.

“Saat kita sodori untuk menandatangani BAP atas pelanggaran yang ditemukan, manajer tampak tidak keberatan dan bersedia datang ke Kantor Disbudpar Medan untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran,” ujarnya.

Kemudian tim, lanjut Fahmi menyambangi TH Entertainment Club yang berada di Lantai VI Perisai Plaza. Saat dilakukan pemeriksaan, pengelola tidak bisa menunjukkan izin karaoke maupun diskotek. Atas temuan ini tim juga segera membuat BAP dan memerintahkan pengelola segera mengurus perizinan.

Selanjutnya sekitar pukul 01.45 WIB, tim mendatangi Biliar Vegas, Jalan Katamso. Saat didatangi, Biliar Vegas masih beroperasi.

Atas temuan ini, Fahmi Harahap SH MAP juga langsung memerintahkan dibuat BAP dan pengelola diperintahkan datang ke Kantor Disbudpar Medan untuk membuat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran.

Tim kemudian bergerak ke Karaoke XXX Yanglim Plaza, Jalan Emas. Meski waktu sudah menunjukkan lewat pukul 03.00 WIB, Karaoke XXX masih beroperasi. Bahkan tim menyaksikan masih ada pengunjung yang baru masuk. Ruangan karaoke juga berubah fungsi menjadi tempat house music.

Ironisnya, temuan ini sudah yang kedua kalinya. Saat tim merazia tempat ini beberapa hari sebelumnya, tim juga menemukan Karaoke XXX melanggar jam tayang. Sementara BAP sebelumnya yang memerintahkan pengelola hiburan membuat surat pernyataan, tidak diindahkan.

Sontak temuan ini membuat Fahmi Harahap berang. Mantan Ajudan Walikota Medan H Rahudman Harahap dengan tegas mengatakan, ini merupakan peringatan terakhir. Apabila pihaknya masih menemukan Karaoke XXX melanggar jam tayang dan beralih fungsi menjadi tempat house music, maka Disbudpar Medan akan melakukan penutupan sementara Karaoke XXX.

Fahmi Harahap menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan tempat hiburan di Kota Medan. Apalagi saat ini pihaknya mendapat informasi Karoke MP di Jalan Kumango beroperasi melanggar jam tayang hingga pukul  06.00 WIB. Ke depan, apabila ada ditemukan tempat hiburan yang melanggar, maka pihaknya akan mengambil sikap tegas. (maf)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *